Pencarian

Pemkab Kulon Progo Usulkan RS Baru di Kawasan Pegunungan, Warga 4 Kapanewon Tak Perlu Tempuh 1,5 Jam ke Wates

Rabu, 16 September 2026 • 23:03:02 WIB
Pemkab Kulon Progo Usulkan RS Baru di Kawasan Pegunungan, Warga 4 Kapanewon Tak Perlu Tempuh 1,5 Jam ke Wates
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan usulan pembangunan rumah sakit di wilayah utara kepada Wakil Menteri Kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengajukan usulan pembangunan rumah sakit baru di wilayah utara untuk memangkas jarak layanan kesehatan bagi warga di kawasan pegunungan. Usulan itu disampaikan langsung kepada Wakil Menteri Kesehatan dan mendapat respons positif dari Kementerian Kesehatan. Selama ini warga Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, dan Kokap harus menempuh perjalanan 1 hingga 1,5 jam untuk mencapai rumah sakit tipe B atau C terdekat.

KULON PROGO — Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengatakan usulan pembangunan rumah sakit di wilayah utara telah disampaikan secara lisan kepada Wakil Menteri Kesehatan. Kementerian Kesehatan disebut merespons baik rencana tersebut karena dinilai sebagai kebutuhan mendesak.

Empat hingga lima kapanewon di kawasan pegunungan, meliputi Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, dan Kokap, hingga kini belum memiliki fasilitas rumah sakit. Warga setempat hanya mengandalkan puskesmas untuk layanan kesehatan dasar.

Jarak Tempuh 1,5 Jam Jadi Kendala Utama

Untuk mencapai rumah sakit tipe B atau C, warga wilayah utara membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 hingga 1,5 jam. Kondisi itu menjadi kendala tersendiri ketika ada pasien dengan penyakit atau kondisi medis yang membutuhkan penanganan lebih berat.

RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang selama ini menjadi rujukan utama, namun jarak tempuh dari kawasan pegunungan dinilai terlalu jauh. Ambar menyebut persoalan akses inilah yang mendorong pemerintah daerah mempercepat komunikasi dengan pemerintah pusat.

"Harapan ke depan, akses pelayanan rumah sakit di wilayah utara yang selama ini jauh bisa teratasi," kata Ambar di Kulon Progo, DIY, Rabu.

"Maka dari itu, kami berupaya mengomunikasikan hal ini dengan Wamen Kesehatan. Alhamdulillah, beliau merespons dengan baik dan meminta untuk segera direalisasikan karena ini kebutuhan mendesak," ujarnya.

Dokumen Teknis dan Masterplan Sedang Disiapkan

Pemkab Kulon Progo telah menentukan beberapa opsi titik lokasi pembangunan rumah sakit baru. Penyiapan dokumen teknis serta masterplan saat ini masih dalam proses.

Pemaparan rencana pembangunan di hadapan Kementerian Kesehatan dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini atau awal bulan depan. Rumah sakit yang direncanakan berstatus tipe D atau C sesuai kebutuhan layanan di kawasan pegunungan.

Selain mendapat lampu hijau dari Kementerian Kesehatan, rencana tersebut juga memperoleh dukungan dari Komisi IX DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke Kulon Progo.

Bagian dari Program Pengentasan Kemiskinan

Ambar menegaskan penyediaan fasilitas kesehatan di wilayah utara merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meratakan pembangunan. Pembangunan rumah sakit baru juga dikaitkan dengan upaya pengentasan kemiskinan di Kulon Progo.

"Pengentasan kemiskinan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur menjadi program pokok kami agar fasilitas dasar masyarakat di wilayah pegunungan dapat terurai dan terlayani dengan baik," kata Ambar.

Jika terealisasi, rumah sakit baru itu akan menjadi fasilitas rujukan pertama di kawasan utara Kulon Progo. Warga empat kapanewon tidak lagi bergantung sepenuhnya pada puskesmas untuk penanganan medis yang lebih kompleks.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks