Pencarian

Ten Hag Sebut Budaya Manchester United Toxic dan Pemain Terlalu Berkuasa

Selasa, 20 Oktober 2026 • 18:54:01 WIB
Ten Hag Sebut Budaya Manchester United Toxic dan Pemain Terlalu Berkuasa
Erik ten Hag menilai manajemen Manchester United membiarkan budaya toxic tumbuh di ruang ganti.

DI YOGYAKARTA — Erik ten Hag membuka suara soal akar masalah yang menurutnya membuat Manchester United sulit konsisten. Mantan pelatih asal Belanda itu menuding manajemen klub membiarkan budaya toxic tumbuh di ruang ganti, bahkan memberi kekuasaan berlebih kepada para pemain.

Ten Hag menyampaikan penilaian tajam terhadap kondisi internal Manchester United dalam wawancaranya dengan The Athletic, seperti dikutip Daily Mail. Ia melatih MU sejak 2022 hingga dipecat pada Oktober 2025, periode yang penuh gejolak di ruang ganti.

Klub Dituding Membiarkan Konflik Berkepanjangan

Selama menukangi MU, Ten Hag terlibat benturan dengan sejumlah nama besar: Cristiano Ronaldo, Marcus Rashford, hingga Jadon Sancho. Menurutnya, pihak klub tidak memberi dukungan ketika ia berusaha menegakkan disiplin.

Ten Hag dikenal sebagai sosok otoriter di ruang ganti. Ia menilai absennya dukungan manajemen membuat aturan tim kehilangan wibawa di mata pemain.

"Jadi, mereka [pihak klub] terus melanggengkan budaya yang toxic; mereka justru menyuburkannya dan memberikan kekuasaan kepada para pemain," ucap Ten Hag.

Kasus Rashford Jadi Contoh Standar Disiplin yang Diabaikan

Salah satu contoh yang ia soroti adalah pencoretan Rashford dari tim inti saat MU menghadapi Wolverhampton Wanderers di Premier League. Penyebabnya sepele namun mendasar: Rashford bangun kesiangan dan terlambat menghadiri rapat tim.

Keputusan itu dinilai Ten Hag sebagai bentuk koreksi yang seharusnya wajar dalam sebuah tim profesional. Namun ia menilai lingkungan klub saat itu tidak menopang penegakan standar serupa secara konsisten.

"Rashford adalah pemain yang luar biasa, asalkan pola pikirnya tepat. Saya selalu menunjukkan kepadanya dan sering memainkannya. Namun, ketika standar tertentu tidak terpenuhi, terkadang Anda harus melakukan koreksi," kata Ten Hag.

Dua Trofi Jadi Warisan Selama Periode Penuh Tekanan

Di tengah konflik yang terus membayangi, Ten Hag mencatatkan dua gelar juara bersama MU, yakni Piala Liga Inggris 2022/2024 dan Piala FA 2023/2024. Pencapaian itu menjadi pembeda dari banyak pelatih yang gagal membawa trofi ke Old Trafford dalam satu dekade terakhir.

Kritik Ten Hag menyoroti persoalan yang lebih dalam dari sekadar taktik: soal siapa yang sesungguhnya memegang kendali di ruang ganti Manchester United. Pernyataan ini juga menambah panjang daftar mantan pelatih yang menyoroti struktur kekuasaan di klub tersebut.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks