SLEMAN — Panggung budaya di lapangan voli Dusun Trini sudah ramai sejak pukul 19.30. Warga dari anak-anak hingga orang tua memenuhi area pertunjukan, menandai antusiasme tinggi terhadap agenda seni pertama yang digelar di tingkat padukuhan tersebut.
Ketua Kelompok Kebudayaan Lambang Taman Dusun Trini Roy Swandaru menyebut pagelaran wayang kulit bukan sekadar panggung hiburan. Agenda budaya itu dirancang sebagai sarana edukasi dan ruang ekspresi bagi generasi muda.
Dalang Cilik Ki Nanda Hangatkan Panggung Sebelum Lakon Utama
Sebelum pentas utama dimulai, panggung budaya lebih dulu diisi penampilan dalang cilik Ki Nanda. Penampilan itu menjadi pembuka sebelum wayang kulit semalam suntuk menyajikan lakon Semar Mbangun Desa.
Lakon tersebut dibawakan dalang Ki Wibowo dan diiringi alunan gending kelompok karawitan Wirobudoyo dari Dusun Biru Trihanggo, Gamping. Kombinasi dalang dan pengrawit lokal itu menjaga suasana pertunjukan tetap hidup hingga dini hari.
Eksistensi Generasi Muda Dinilai Belum Hilang, Hanya Sedikit Lupa
Roy menilai keterlibatan warga muda dalam seni tradisi masih terjaga. Menurutnya, yang dibutuhkan generasi muda bukan sekadar imbauan, melainkan ruang nyata untuk melihat dan menjalankan aktivitas budaya secara langsung.
"Kami melihat eksistensi generasi muda terhadap budaya bukannya hilang, melainkan sedikit lupa. Oleh karena itu, Lambang Taman hadir memberi ruang, edukasi, sekaligus eksekusi aktivitas agar seni budaya ini bisa langsung dilihat, dinikmati, dan dilestarikan bersama," jelas Roy di sela-sela acara, Sabtu (24/10) malam.
Nama Lambang Taman dipilih sebagai simbol keindahan dan pergerakan yang berakar pada kebudayaan, kesenian, serta tradisi. Kelompok ini kini fokus menjadi penggerak kegiatan, dengan harapan bisa merangkul kelompok seni lain di sekitar Trihanggo sebagai mitra kolaborasi.
"Harapan ke depan tentu mengajak warga bareng-bareng melestarikan budaya, sekaligus mengangkat kembali potensi ekonomi lokal dan kreativitas masyarakat," bebernya.
Dinas Kebudayaan Sleman: Wayang Kulit Simpan Nilai Tuntunan Hidup
Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman Andre Veriangga menegaskan pertunjukan wayang kulit memegang peranan penting sebagai tuntunan hidup bermasyarakat. Pertunjukan itu dinilai menyimpan nilai-nilai luhur yang relevan bagi warga.
Pagelaran di Dusun Trini menjadi contoh bagaimana agenda budaya tingkat padukuhan bisa melibatkan warga lintas usia sekaligus menghadirkan pelaku seni lokal. Setelah pertunjukan perdana ini, Lambang Taman menargetkan kolaborasi dengan kelompok-kelompok seni di kawasan Trihanggo.