YOGYAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terkini untuk wilayah DIY pada Senin, 18 Mei 2026. Secara umum, langit di sebagian besar daerah akan didominasi kondisi berawan, namun ada beberapa fenomena yang patut diwaspadai warga.
Fenomena udara kabur diprediksi muncul di Bantul dan Kota Yogyakarta. Berbeda dengan kabut tebal yang menurunkan jarak pandang secara drastis, udara kabur lebih ringan namun tetap membuat pandangan tidak sejelas biasanya. Kondisi ini terjadi akibat partikel halus seperti debu, asap, atau polusi yang melayang di udara.
Pengendara yang melintas di kawasan tersebut, khususnya pada pagi dan sore hari, diminta untuk menjaga kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan. "Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan malam hari, diminta lebih berhati-hati," demikian imbauan dari BMKG.
Sementara itu, wilayah Sleman memiliki potensi berbeda. Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan turun pada waktu tertentu. Warga yang hendak beraktivitas di kawasan Sleman disarankan menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan.
Adapun di Kulon Progo, cuaca cenderung berawan. Suhu di wilayah ini diprakirakan berada di kisaran 23–31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 74–97 persen.
Untuk kawasan Gunungkidul, BMKG memprediksi munculnya kabut atau asap tipis. Suhu udara di wilayah ini diperkirakan berkisar 22–31 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 73–99 persen.
Secara umum, suhu udara di DIY berada pada kisaran 22 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 69 sampai 99 persen. Akibatnya, cuaca diperkirakan terasa lebih gerah saat siang menuju sore hari.
BMKG mengimbau warga untuk menjaga kondisi tubuh dan memperbanyak konsumsi air putih agar tetap bugar di tengah cuaca lembap yang diprakirakan berlangsung sepanjang hari.