YOGYAKARTA — Setiap jelang Idul Adha, para peternak di DI Yogyakarta mulai bersiap mengirimkan sapi terbaik mereka. Bukan sekadar untuk dijual ke pasar biasa, melainkan untuk diseleksi menjadi hewan kurban Presiden RI. Tradisi tahunan ini menjadi motivasi tersendiri bagi peternak untuk menghasilkan sapi dengan kualitas prima.
Bobot Minimal Satu Ton Jadi Syarat Mutlak
Kriteria utama sapi kurban presiden adalah bobot badan yang tak kurang dari satu ton. Standar ini jauh di atas bobot sapi kurban pada umumnya yang berkisar antara 300 hingga 500 kilogram. Untuk mencapai bobot tersebut, peternak melakukan perawatan ekstra selama berbulan-bulan.
Proses Seleksi Berlapis dan Bergengsi
Antusiasme peternak di DIY sangat tinggi. Mereka tidak hanya berlomba menyediakan bobot badan, tetapi juga bentuk fisik yang proporsional dan kesehatan yang prima. Sapi-sapi yang masuk seleksi akan melewati tahapan verifikasi ketat dari tim yang ditunjuk.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, atau pejabat yang membidangi, biasanya akan turun langsung memantau proses pendataan. Sapi yang dinyatakan lolos akan diangkut ke Jakarta untuk menjalani karantina dan seleksi akhir.
Dampak Ekonomi bagi Peternak Lokal
Lolosnya sapi milik peternak ke Istana Negara menjadi kebanggaan tersendiri. Selain prestise, harga yang ditawarkan untuk sapi super ini juga jauh di atas harga pasar. Hal ini menjadi insentif ekonomi yang kuat bagi para peternak di kampung-kampung di Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.
Pemda DIY pun mendorong regenerasi peternak muda untuk terus mengembangkan bibit sapi unggul. Program pendampingan dan penyuluhan rutin digelar agar kualitas peternakan di DIY bisa terus bersaing di tingkat nasional.
Antrean Peternak Mulai Pekan Lalu
Proses pendaftaran sapi kurban untuk presiden sudah berlangsung sejak pekan lalu. Peternak dari berbagai wilayah DIY mulai mendaftarkan sapi-sapi andalannya ke dinas terkait. Mereka berharap, sapi yang dirawat dengan pakan fermentasi dan vitamin khusus bisa menjadi pilihan utama tim kurator.
Seleksi ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa peternakan rakyat di DIY mampu menghasilkan sapi dengan bobot dan kualitas kelas kakap. Bagi peternak, menjadi pemasok sapi kurban presiden adalah pencapaian yang tak ternilai.