SLEMAN — Angka kemiskinan di Kabupaten Sleman tercatat sebesar 6,71 persen, atau mencakup 26.747 keluarga. Data ini merupakan hasil pendataan terbaru yang dirilis oleh pemerintah daerah setempat.
Dari jumlah tersebut, sebagian di antaranya masuk dalam kategori miskin ekstrem. Jika ditambah dengan kelompok rentan miskin, total keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi rapuh mencapai 126.874 keluarga.
Miskin Ekstrem dan Rentan Miskin: Dua Lapis Masalah
Kategori miskin ekstrem mencakup rumah tangga dengan pengeluaran di bawah garis kemiskinan ekstrem yang ditetapkan pemerintah. Sementara kelompok rentan miskin adalah mereka yang secara statistik berada sedikit di atas garis kemiskinan, namun sangat mudah jatuh miskin jika terjadi guncangan ekonomi.
Data ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, jumlah keluarga rentan miskin yang mencapai sekitar 100.000 keluarga lebih itu berpotensi besar menambah angka kemiskinan jika tidak ada intervensi yang tepat.
Langkah Pemkah Sleman Menekan Angka Kemiskinan
Pemkab Sleman telah menyusun sejumlah program penanggulangan kemiskinan. Fokus utama diarahkan pada penguatan ekonomi warga miskin ekstrem melalui bantuan sosial, pelatihan keterampilan, dan akses permodalan bagi UMKM.
Selain itu, program padat karya dan perluasan jaminan kesehatan juga menjadi prioritas. Pemerintah berharap dengan pendekatan terpadu, angka kemiskinan bisa ditekan hingga di bawah 6 persen dalam dua tahun ke depan.
Siapa Saja yang Masuk Data Kemiskinan Ini?
Data kemiskinan Sleman mencakup warga yang tersebar di 17 kecamatan. Beberapa kecamatan dengan konsentrasi kemiskinan tinggi mendapat perhatian khusus, seperti Kecamatan Gamping, Mlati, dan Depok.
Mayoritas kepala keluarga miskin bekerja di sektor informal, seperti buruh harian, pedagang kecil, dan petani lahan sempit. Kondisi ini membuat mereka sangat bergantung pada stabilitas harga pangan dan ketersediaan lapangan kerja.
Angka Kemiskinan Sleman dalam Konteks DIY
Dibandingkan kabupaten/kota lain di Daerah Istimewa Yogyakarta, angka kemiskinan Sleman tergolong rendah. Namun, jumlah absolut 26.747 keluarga tetap menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan, terutama dalam hal pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.
Pemerintah daerah terus mendorong sinergi antara dinas sosial, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Pendataan secara berkala juga dilakukan untuk memperbarui kondisi ekonomi warga.