DI YOGYAKARTA — Laga di Stadion Internasional Yokohama, Senin (15/6) malam, berjalan sengit sejak menit awal. Belanda unggul lebih dulu melalui sundulan Memphis Depay memanfaatkan umpan silang Denzel Dumfries di menit ke-34. Jepang yang tampil di hadapan publik sendiri sempat kesulitan membongkar pertahanan De Oranje yang rapat.
Jepang baru bisa menyamakan kedudukan di menit ke-72. Kamada menerima bola muntah hasil tendangan keras Takumi Minamino yang membentur tiang gawang. Ia langsung melepaskan tembakan first-time yang tak mampu dihalau kiper Belanda, Justin Bijlow.
Gol itu sontak membangkitkan semangat tuan rumah. Jepang nyaris berbalik unggul andai tendangan jarak jauh Ritsu Doan di menit ke-85 tidak masih melambung tipis di atas mistar.
Satu poin ini krusial bagi asa Jepang lolos ke babak 16 besar. Samurai Biru kini duduk di posisi kedua klasemen Grup C, di bawah Belanda yang unggul produktivitas gol. Langkah Jepang selanjutnya tak kalah berat: menghadapi Senegal pada laga kedua, Jumat (19/6) mendatang.
Pelatih Hajime Moriyasu mengakui timnya tampil kurang maksimal di babak pertama. "Kami terlalu respek pada Belanda. Baru setelah kebobolan, pemain mulai berani mengambil risiko," ujar Moriyasu dalam konferensi pers usai laga.
Ia juga memuji mentalitas Kamada yang tetap tenang di momen kritis. "Daichi pemain cerdas. Ia tahu kapan harus berada di posisi tepat," tambahnya.
Data di atas menunjukkan Jepang tak inferior secara peluang meski kalah penguasaan bola. Efektivitas serangan balik jadi senjata utama mereka sepanjang laga.
Pertandingan melawan Senegal di laga kedua akan jadi penentu. Kemenangan mutlak dibutuhkan Jepang untuk menjaga peluang lolos. Senegal sendiri pada laga perdana sukses mengalahkan Australia 2-0.