Summer Game Fest 2026: D-Topia, Control Resonant, dan Onimusha Way of the Sword Jadi Incaran Utama

Penulis: Galih Prayoga  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 01:36:31 WIB
Pengunjung Summer Game Fest 2026 mencoba langsung kontroler game D-Topia.

Summer Game Fest 2026 yang baru saja usai meninggalkan kesan berbeda. Alih-alih dibanjiri trailer sinematik, ajang ini justru memberikan ruang lebih besar bagi jurnalis dan pengunjung untuk benar-benar memegang kontroler. Tiga game yang paling menonjol dari sesi pratayang langsung adalah D-Topia, Control Resonant, dan Onimusha: Way of the Sword.

D-Topia: Utopia Robotik yang Menyimpan Kegelapan

D-Topia langsung mencuri perhatian lewat palet warna kalem dan robot-robot putih yang mengingatkan pada estetika Portal. Jangan tertipu dengan kesan damainya—game puzzle ini menyembunyikan misteri di balik fasad utopia yang sempurna.

Dalam demo singkat, pemain diajak menjelajahi fasilitas sambil ditemani robot-robot yang dengan sabar menjelaskan peran protagonis dan apartemen imutnya. Sistem kustomisasi apartemen yang makin kompleks seiring progres menjadi daya tarik tersendiri. Yang menarik, ada mekanisme visual system switch yang memungkinkan karakter melihat apa yang tak terlihat oleh orang lain—berguna untuk berkomunikasi dengan robot rusak di seluruh fasilitas.

Keputusan pemain disebut akan berdampak pada alur cerita. Teka-tekinya sendiri masih sederhana di awal—cukup memindahkan balok dan aritmetika dasar—namun perlahan menambahkan rintangan baru. Tidak ada tekanan waktu, bahkan pemain bisa menyelesaikan teka-teki tambahan sebagai lembur demi mendapatkan mata uang dalam game. D-Topia dijadwalkan rilis pada 14 Juli 2026.

Control Resonant: Dylan Faden Menggantikan Jesse dengan Gaya Baru

Remedy Entertainment membawa perubahan besar dalam seri Control. Kali ini, pemain tidak lagi mengendalikan Jesse Faden, melainkan kakaknya, Dylan, yang harus mencari Jesse yang hilang sambil melawan ancaman Hiss. Bedanya, pertarungan kini lebih mengutamakan jarak dekat ketimbang tembak-menembak.

Gaya bermainnya langsung mengingatkan pada Devil May Cry: pemain bisa menjuggling musuh ke udara, membantingnya ke tanah, atau menghujani musuh besar dengan kombinasi serangan senjata hingga hancur. Dylan segera membuka kekuatan paranormal seperti lompatan raksasa, levitasi, dan dash berkecepatan tinggi—membuat eksplorasi Manhattan yang terus berubah terasa jauh lebih cepat dibandingkan awal Control yang lambat.

Bagi yang sempat bermain Control di PS4, Stadia, atau PS5, Control Resonant menjanjikan awal yang lebih ramah tanpa perlu memahami sepenuhnya alur cerita asli. Game ini menjadi salah satu judul paling dinanti di SGF 2026, dan demo yang tersedia cukup meyakinkan bahwa Remedy belajar dari kritik terhadap pendahulunya.

Onimusha: Way of the Sword — Evolusi Samurai yang Lebih Agresif

Capcom membawa pulang seri legendaris Onimusha dengan pendekatan yang terasa seperti evolusi—bukan sekadar remaster. Onimusha: Way of the Sword meninggalkan atmosfer statis yang mencekam dari seri lama demi sistem pertarungan yang lebih reaktif dan kaya.

Replika kuil yang detail masih dipertahankan, tetapi monster-monster yang menghuninya kini jauh lebih mengerikan dan menuntut lebih dari sekadar tebasan pedang membabi buta. Sistem issen (serangan balik sempurna) tetap menjadi standar emas bagi pemain mahir, tetapi demo kali ini lebih menonjolkan parry dasar dan hindaran yang mempercepat alur pertempuran. Melawan keinginan untuk menyerang dan justru menunggu celah untuk serangan balik terbukti menjadi cara tercepat untuk membersihkan musuh.

Dua lengan iblis baru diperkenalkan: belati kembar yang bisa menyedot kesehatan musuh, dan tombak bertenaga angin untuk pengendalian area. Tombak ini sangat memuaskan digunakan karena serangan area-of-effect-nya bisa menyedot sumber api di sekitar untuk meningkatkan damage. Bos baru bernama Rashogan—makhluk jari-jari mengerikan yang bisa menumbuhkan rantai anggota badan—menjadi ujian berat bagi pemain yang mengandalkan serangan frontal.

Dengan tanggal rilis 25 September 2026, Onimusha: Way of the Sword terlihat siap menjadi salah satu game samurai terbaik tahun ini—terutama bagi mereka yang bosan dengan pendekatan Sekiro yang terlalu keras.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top