Kontroversi seputar Trump T1 mencapai puncaknya setelah iFixit dan CNET secara independen membuktikan bahwa perangkat tersebut adalah HTC U24 Pro yang diubah tampilannya. Dalam video pembongkaran yang diunggah kanal Snazzy Labs, bagian dalam dan luar ponsel — mulai dari tata letak motherboard hingga modul kamera — menunjukkan kemiripan yang disebut "tidak masuk akal" oleh reviewer tersebut.
Perbandingan spesifikasi dari situs resmi Trump Mobile dan HTC menunjukkan hanya satu perbedaan mencolok: kapasitas baterai. Trump T1 mengklaim baterai 5.000 mAh, sedikit lebih besar dari 4.600 mAh milik HTC. Sisanya identik:
Hasil pengujian Geekbench oleh CNET juga menempatkan performa T1 setara dengan HTC U24 Pro 5G, memperkuat dugaan bahwa tidak ada modifikasi signifikan pada hardware.
iFixit menyimpulkan bahwa satu-satunya cara T1 bisa diproduksi dalam waktu singkat, volume terbatas, dan harga yang sama dengan HTC U24 Pro adalah dengan menggunakan jalur produksi dan cetakan yang sudah ada — kemungkinan besar di pabrik Guangdong, China. "Pernyataan 'assembled in the USA' mungkin hanya berlaku untuk satu atau dua komponen dan pelanggan," tulis iFixit dalam laporannya.
Kotak kemasan T1 memang mencantumkan "assembled in the USA", tetapi tidak ada informasi negara asal di manual, situs web, atau perangkat itu sendiri. Sebelumnya, Trump Mobile sempat mengklaim ponsel akan dibuat di AS, lalu menarik pernyataan itu ketika produksi skala besar terbukti tidak memungkinkan.
Perusahaan PR yang sebelumnya menangani Trump Mobile mengonfirmasi kepada CNET bahwa mereka sudah tidak lagi bekerja sama dengan perusahaan tersebut. Trump Organization dan Trump Mobile tidak menanggapi permintaan komentar, termasuk soal kapan ponsel akan dikirim ke semua pembeli yang sudah membayar deposit.
Hingga saat ini, hanya segelintir media — CNET, NBC News, Bloomberg, dan Snazzy Labs — yang menerima unit. Di forum-forum diskusi, calon pembeli mengeluhkan pengiriman yang tak kunjung tiba, sementara Trump Mobile sudah melakukan tiga kali desain ulang tampilan situs sejak peluncuran paket data US$47,45 per bulan pada Juni 2025.