Pencarian

Ratusan Mahasiswa UMY Bergerak Merahkan Titik Nol Jogja, Tuntut Polda DIY Tumpas Klitih hingga Darurat Sampah

Rabu, 17 Juni 2026 • 23:07:01 WIB
Ratusan Mahasiswa UMY Bergerak Merahkan Titik Nol Jogja, Tuntut Polda DIY Tumpas Klitih hingga Darurat Sampah
Ratusan mahasiswa UMY menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer Jogja menuntut penanganan klitih dan sampah.

YOGYAKARTA — Aliansi UMY Bergerak menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer Kota Jogja, Rabu (17/6) sore. Massa yang mayoritas mengenakan jas merah itu memadati simpang Nol Km hingga aparat kepolisian menutup akses jalan di lokasi.

Pantauan di lokasi, massa mulai berdatangan sejak pukul 14.30 WIB. Mereka membentangkan spanduk dan bendera berisi kritik serta tuntutan di tengah jalan. Satu mobil pikap disulap menjadi panggung orasi, dikelilingi oleh para mahasiswa yang bergantian menyampaikan pidato.

Delapan Poin Tuntutan dari UMY Bergerak

Koordinator Umum Aliansi UMY Bergerak, Arif, menyatakan ada delapan poin tuntutan yang dibawa dalam aksi ini. Menurutnya, tuntutan tersebut merupakan hasil pembacaan situasi oleh berbagai elemen gerakan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi.

"Kebijakan hari ini itu tidak terlepas daripada kepentingan-kepentingan imperialisme Amerika Serikat terhadap Indonesia. Dominasi imperialis terhadap Indonesia itu masih sangat-sangat kental," ujar Arif di sela aksi.

Ia menambahkan, melemahnya nilai tukar rupiah dan kebutuhan pokok rakyat disebutnya tidak bisa dilepaskan dari kepentingan geopolitik global.

Isu Lokal: Klitih, Sampah, dan Infrastruktur Ring Road

Selain aliansi UMY Bergerak, sejumlah kelompok lain turut bergabung dalam aksi ini, salah satunya BEM Nusantara. Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY, Miftahun Niam, mengatakan pihaknya juga membawa isu-isu daerah yang dinilai mendesak.

"Kita juga membawa isu-isi daerah seperti menuntut kepada Polda DIY yang per hari ini belum bisa menumpas akar permasalahan dari klitih, dan permasalahan DIY seperti DIY darurat sampah," papar Niam.

Ia juga menyoroti persoalan infrastruktur di Ring Road DIY. Menurutnya, drainase dan sumur resapan yang ada tidak memadai sehingga kerap memicu banjir saat hujan deras. "Juga penerangan yang ada di Ring Road itu kurang, sehingga banyak mengakibatkan kecelakaan di malam hari," sambungnya.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks