KULON PROGO — Prevalensi stunting di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dinilai sudah melampaui target nasional. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji menyebut capaian ini patut dipertahankan dan terus ditingkatkan.
"Capaian penurunan angka stunting di Kulon Progo sudah bagus, berada di bawah rata-rata nasional. Kami berharap ke depan angka ini semakin ditekan hingga mencapai titik optimal," kata Wihaji di sela kunjungan kerjanya, Jumat.
Dalam kesempatan itu, Wihaji mengingatkan bahwa Perpres Nomor 115 Tahun 2024 memberikan mandat baru bagi Tim Pendamping Keluarga (TPK). Mereka kini tidak hanya bertugas mendampingi ibu hamil dan balita, tetapi juga mengawal distribusi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.
Menurut Wihaji, peran kader TPK di lapangan sangat krusial. Mereka harus memastikan bantuan gizi yang diterima keluarga benar-benar dikonsumsi oleh sasaran yang tepat, yakni ibu hamil, ibu menyusui, atau balita. Bukan anggota keluarga lainnya.
"Pastikan bantuan dikonsumsi oleh sasaran, yakni ibu hamil atau menyusui, bukan anggota keluarga lain. Di sinilah peran edukasi para kader sangat menentukan," tegasnya.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyebut para kader TPK sebagai garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting di tingkat akar rumput. Ia memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi mereka selama ini.
"Kader TPK adalah pahlawan sunyi yang mendampingi ibu hamil, mengedukasi ibu menyusui, serta memastikan anak-anak kita mendapatkan perhatian kesehatan sejak dini," ujar Agung.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen penuh mendukung kinerja para kader, baik melalui peningkatan kapasitas maupun dukungan moral. Agung juga menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah, mulai dari tingkat kapanewon hingga kalurahan, untuk bersinergi dan proaktif dalam menyokong operasional kerja TPK di lapangan.
Selain pendampingan keluarga, Pemkab Kulon Progo mengintegrasikan upaya intervensi stunting melalui program rehabilitasi rumah bagi keluarga berisiko. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan hunian yang layak, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang didukung dedikasi para kader TPK, Pemkab Kulon Progo optimistis dapat terus memutus rantai stunting demi melahirkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas.