Pencarian

Tim UGM Jenuhkan Rumah Api Seyegan dengan Air Kapur, Ini yang Terjadi pada Tanah di Sleman

Selasa, 09 Juni 2026 • 14:54:31 WIB
Tim UGM Jenuhkan Rumah Api Seyegan dengan Air Kapur, Ini yang Terjadi pada Tanah di Sleman
Tim UGM melakukan penjenuhan tanah Rumah Api Seyegan dengan air kapur untuk stabilisasi suhu.

SLEMAN — Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai melakukan penjenuhan tanah di kawasan Rumah Api Seyegan menggunakan air kapur. Proses ini berlangsung selama sepekan dan bertujuan mempercepat stabilisasi struktur tanah yang terus memanas akibat aktivitas bawah permukaan.

Mengapa Air Kapur Dipilih untuk Rumah Api Seyegan?

Air kapur dipilih karena sifatnya yang mampu menetralkan panas dan mengubah komposisi mineral pada tanah yang terpapar suhu tinggi. Tim PKPE UGM menyebut metode ini lebih efektif dibandingkan penyiraman air biasa yang hanya mendinginkan permukaan secara sementara.

Proses penjenuhan dilakukan secara bertahap di titik-titik yang terdeteksi memiliki suhu tanah paling tinggi. Tim memantau perubahan suhu setiap hari untuk memastikan air kapur meresap hingga ke lapisan tanah yang lebih dalam.

Penanganan Berbeda dari Pendekatan Konvensional

Berbeda dengan upaya pemadaman yang selama ini dilakukan oleh BPBD Sleman dan instansi terkait, pendekatan PKPE UGM lebih fokus pada perubahan karakteristik tanah. Air kapur bekerja dengan mengurangi porositas tanah dan memperlambat laju oksidasi material organik di bawah permukaan yang menjadi sumber panas.

Metode ini merupakan hasil riset laboratorium yang kemudian diuji coba langsung di lapangan. Jika berhasil, teknik penjenuhan air kapur bisa menjadi protokol baru untuk menangani fenomena rumah api di daerah lain.

Kondisi Terkini Rumah Api Seyegan

Rumah Api Seyegan di Sleman masih menunjukkan suhu tanah di atas 40 derajat Celsius di beberapa titik. Fenomena ini muncul sejak beberapa pekan terakhir dan sempat memicu kekhawatiran warga sekitar karena asap tipis yang keluar dari celah-celah tanah.

Pemerintah Kabupaten Sleman bersama tim ahli dari UGM terus memantau perkembangan situasi. Warga diimbau tidak mendekati titik-titik yang masih mengeluarkan panas tinggi hingga proses penjenuhan selesai.

Bagikan
Sumber: radarjogja.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks