SLEMAN — Rivalitas panas yang biasa tersaji di lapangan hijau antara suporter PSS Sleman dan PSIM Jogja sejenak melebur dalam sebuah pertandingan amal. Para legenda dari kedua klub, ditambah rombongan dari Sampit Football Legends, kompak menghelat laga bertajuk "Nostalgia, Sepak Bola, dan Kemanusiaan" di markas bersejarah PSS, Stadion Tridadi, Jumat (12/6/2026) sore.
Hasil dari pertandingan tersebut bukan sekadar skor akhir, melainkan kepedulian nyata. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp9 juta dan akan langsung dibagi rata kepada empat mantan pemain yang membutuhkan uluran tangan untuk biaya medis.
Empat Penerima Manfaat: Gagal Ginjal Hingga Stroke
Koordinator kegiatan, Agus Purwoko, merinci bahwa dana tersebut akan disalurkan kepada Fajar Listiantoro dan Diki Fajar—mantan pemain PSS Sleman tahun 2005—yang sama-sama menderita gagal ginjal. Dua penerima lainnya adalah Mbah Suyantno, eks penggawa PSIM yang terkena stroke, serta Prasetyo Sugianto.
"Total dana yang terkumpul Rp9 juta. Dana tersebut kami bagi untuk empat orang saudara kita," ujar Agus Purwoko dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (13/6/2026).
Antusiasme Donatur dan Harapan untuk Keberlanjutan
Agus mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme dan dukungan dari berbagai pihak yang hadir langsung memberikan donasi di Stadion Tridadi. Ia berharap aksi mulia yang dipelopori oleh keluarga besar PSS Sleman ini bisa menjadi pemantik kegiatan serupa di masa depan.
"Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut menjadi sesuatu yang baik dan positif untuk sepak bola DIY. Terima kasih juga kepada para donatur yang telah membantu. Semoga persaudaraan antar mantan pemain tetap berjalan dengan baik," pungkasnya.
Laga amal ini menjadi bukti bahwa di luar rivalitas, solidaritas antarpegiat sepak bola di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap terjaga, terutama untuk membantu sesama yang tengah tertimpa musibah kesehatan.