JAKARTA — IHSG melesat 302,08 poin atau 5,03 persen pada perdagangan sesi I, Senin (15/6). Lonjakan ini terjadi di tengah membaiknya sentimen risiko investor global pasca-kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
"Risk sentimen-nya membaik karena dari sisi global geopolitik ada berita positif," ujar Arjun saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.
Bagaimana Dampak Gencatan Senjata ke Pasar Modal?
Arjun menjelaskan, semua bursa saham global mengalami penguatan signifikan. Investor merespons positif pengumuman gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Pasar Asia semua rally," kata Arjun. Investor mulai mengalokasikan dananya ke aset berisiko seperti saham di negara emerging market, termasuk Indonesia.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi bahwa kesepakatan damai AS-Iran telah tercapai. Pakistan mempersiapkan penandatanganan elektronik perjanjian, yang rencananya dilakukan secara resmi pada 19 Juni 2026 di Swiss.
Kesepakatan mencakup pembukaan Selat Hormuz, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, pelepasan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang dibekukan, serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama negosiasi final.
Seluruh Sektor Saham Menguat, Barang Baku Pimpin Kenaikan
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor menguat. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan 9,67 persen, disusul sektor energi naik 5,73 persen, dan sektor industri naik 5,67 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.928.752 kali transaksi dengan volume 33,25 miliar lembar saham senilai Rp17,20 triliun. Sebanyak 660 saham naik, 86 saham turun, dan 70 saham stagnan.
Saham dengan penguatan terbesar antara lain MGNA, BUKK, ATAP, DATA, dan JSPT. Sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada AMFG, FLMC, VICI, PUDP, dan SRAJ.
Bursa Asia Ikut Rally, Investor Nantikan RDG BI Pekan Ini
Bursa regional Asia juga kompak menguat. Nikkei naik 5,15 persen ke 69.423, Shanghai menguat 0,98 persen ke 4.070,92, Hang Seng naik 0,58 persen ke 24.860, dan Strait Times menguat 1,03 persen ke 5.077,34.
Dari dalam negeri, investor menantikan sejumlah agenda penting pekan ini. Global Market Accessibility Review dari MSCI dan rebalancing indeks FTSE dijadwalkan pada Jumat (19/6). Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis (18/6) diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.
"Alasannya pasar naik gara-gara ini (AS-Iran), jadi jelas investor masuk ke saham karena saham naik hari ini," pungkas Arjun.