Pencarian

IHSG Dibuka Melemah 28,85 Poin ke 6.191,89, Investor Pantau Data Ekonomi Global

Kamis, 18 Juni 2026 • 15:33:02 WIB
IHSG Dibuka Melemah 28,85 Poin ke 6.191,89, Investor Pantau Data Ekonomi Global
IHSG dibuka melemah 28,85 poin ke posisi 6.191,89 pada sesi perdagangan Kamis pagi.

JAKARTA — Pergerakan indeks saham domestik kembali tertekan pada awal sesi perdagangan Kamis. IHSG dibuka melemah 28,85 poin ke posisi 6.191,89, setelah pada penutupan sebelumnya berada di level 6.220,74.

Pelemahan IHSG pagi ini sejalan dengan koreksi pada indeks saham unggulan. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham berkapitalisasi besar juga tercatat turun 5,28 poin atau 0,84 persen ke posisi 619,95.

Sentimen Eksternal Jadi Pemicu

Tekanan jual di pasar saham Indonesia pagi ini sebagian besar dipicu oleh sentimen dari eksternal. Investor masih mencermati data inflasi dan klaim tunjangan pengangguran AS yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat, yang bisa menjadi sinyal bagi langkah The Fed selanjutnya.

Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan tarif dagang AS juga masih membayangi pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Arus modal asing pun cenderung wait and see, menunggu kejelasan arah ekonomi global.

Bagaimana Pergerakan Indeks Sektoral?

Meski secara umum indeks utama melemah, pergerakan sektoral terpantau bervariasi. Sejumlah sektor defensif seperti kesehatan dan barang konsumsi masih mampu bertahan di zona hijau, sementara sektor siklikal seperti properti dan infrastruktur justru mengalami tekanan jual yang cukup dalam.

Data perdagangan mencatat, investor asing masih melakukan aksi jual bersih di pasar reguler pada awal sesi ini. Namun, volume transaksi masih tergolong normal dan belum menunjukkan kepanikan.

Level Support dan Resistance IHSG

Analis memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang support 6.150–6.170 dan resistance di level 6.230–6.250 dalam jangka pendek. Jika sentimen global membaik, bukan tidak mungkin indeks berbalik menguat pada sesi kedua nanti.

Pasar saham Indonesia masih dalam fase konsolidasi. Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati data ekonomi domestik dan global yang akan menjadi katalis pergerakan selanjutnya.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks