DI YOGYAKARTA — Pasangan mata uang USD/JPY diperdagangkan di level 159,24, memangkas sebagian besar penurunan tajam yang terjadi akibat intervensi pemerintah Jepang. Tekanan terhadap yen kembali muncul seiring harga minyak yang tinggi dan indeks dolar AS yang masih perkasa di pasar global.
Lima Syarat Iran yang Bikin Harga Minyak Tetap Panas
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang menjaga harga minyak tetap tinggi. Kepala Keamanan Iran, Mohsen Rezai, menyatakan AS harus mengakhiri perang dan membebaskan dana Iran yang diblokir, dengan syarat-syarat lain telah disampaikan melalui perantara.
Iran mengajukan lima tuntutan utama, termasuk menghentikan semua bahasa ancaman dan operasi militer terhadap Iran serta sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak. AS juga diminta mencabut blokade laut dan menarik pasukan dari sekitar Iran.
- Kompensasi finansial penuh atas kerugian selama konflik terbaru tanpa pengurangan.
- Pencabutan sanksi ekonomi dan perdagangan terhadap Iran.
- Pembebasan tanpa syarat atas dana dan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Rezai menegaskan bahwa setiap kesepakatan Iran-Oman mengenai pelayaran di Selat Hormuz akan terpisah dari isu penutupan selat tersebut.
Inflasi AS Jadi Penentu Arah Dolar dan Yen
Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis Rabu menjadi katalis utama pekan ini. Pasar berharap inflasi Juli lebih rendah dibandingkan Juni, yang dapat meredam spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut.
Jika inflasi terbukti melandai, tekanan terhadap yen bisa berkurang karena imbal hasil obligasi AS berpotensi turun. Sebaliknya, angka inflasi yang tetap panas akan memperkuat dolar dan mendorong USD/JPY menuju resistance berikutnya.
Level Teknis yang Perlu Dipantau Trader
Pada grafik 4 jam, USD/JPY masih mempertahankan bias bullish jangka pendek karena bertahan di atas Simple Moving Average (SMA) 20 periode di 158,63. Klaster support rapat di 159,14 dan 158,95 memperkuat kecenderungan beli yang mendasarinya.
Relative Strength Index (RSI) di sekitar 61 mengindikasikan momentum kenaikan yang kuat namun belum ekstrem. Resistance awal sejajar di 159,40, dengan SMA 100 periode di 160,83 menjadi batas tren yang lebih luas jika pembeli memperpanjang pergerakan.
Pada sisi negatif, support terdekat terlihat di 159,14, diikuti 158,95 dan 158,81. Jika harga menembus ke bawah SMA 20 periode di 158,63, pullback yang lebih dalam akan mulai menantang nada bullish saat ini.
Investasi mengandung risiko.