Pencarian

Rupiah Melemah 45 Poin ke Rp17.988 per Dolar AS, Harga Barang Impor di Yogyakarta Terancam Naik

Jumat, 26 Juni 2026 • 10:48:01 WIB
Rupiah Melemah 45 Poin ke Rp17.988 per Dolar AS, Harga Barang Impor di Yogyakarta Terancam Naik
Rupiah melemah ke posisi Rp17.988 per dolar AS pada pembukaan pasar Jumat pagi di Yogyakarta.

YOGYAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 45 poin pada Jumat pagi, berada di level Rp17.988 per dolar AS. Angka ini turun 0,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang tercatat di Rp17.943 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang masih membebani mata uang negara berkembang. Pelaku pasar di Yogyakarta, khususnya pengusaha UMKM yang bergantung pada bahan baku impor, mulai menghitung ulang biaya produksi mereka.

Dampak ke Harga Bahan Pokok dan Suku Cadang

Melemahnya rupiah membuat biaya impor barang seperti gandum, kedelai, hingga suku cadang mesin ikut membengkak. Di Yogyakarta, sektor kuliner dan percetakan disebut paling rentan terdampak karena mayoritas bahan bakunya masih didatangkan dari luar negeri.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo, Sugeng Riyadi, menyebut harga barang elektronik dan peralatan rumah tangga impor sudah mulai menunjukkan kenaikan sejak pekan lalu. “Kami khawatir daya beli warga kota makin turun kalau rupiah terus tertekan,” ujarnya.

BI Yogyakarta Belum Keluarkan Pernyataan Resmi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY hingga berita ini diturunkan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah stabilisasi nilai tukar. Namun, pengamat ekonomi dari UGM, Fadhil Hasan, menilai intervensi pasar valas oleh Bank Indonesia masih menjadi andalan untuk menahan laju pelemahan.

“Yang perlu diwaspadai bukan hanya nilai tukarnya, tapi efek domino ke harga-harga kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional,” kata Fadhil. Ia menambahkan, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut hingga akhir bulan ini.

Apa yang Bisa Dilakukan Warga Yogyakarta?

Masyarakat diimbau mencermati harga barang kebutuhan pokok di pasar tradisional dan ritel modern. Jika tren pelemahan berlanjut, kenaikan harga minyak goreng kemasan, tepung terigu, dan produk elektronik bisa terjadi dalam dua pekan ke depan.

Pemerintah Kota Yogyakarta sendiri belum mengumumkan rencana operasi pasar untuk menekan harga. Sejumlah distributor di kawasan Jalan Magelang dan Ringroad Utara sudah mulai menahan stok barang impor sembari menunggu kepastian kurs.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks