Pencarian

Sleman Mulai Sensus Ekonomi 2026, 1.048 Petugas Door-to-Door Datai Pelaku Usaha dari Mikro hingga Besar

Sabtu, 27 Juni 2026 • 13:49:31 WIB
Sleman Mulai Sensus Ekonomi 2026, 1.048 Petugas Door-to-Door Datai Pelaku Usaha dari Mikro hingga Besar
Petugas BPS Sleman mulai melakukan sensus ekonomi door-to-door sejak 15 Juni 2026.

SLEMAN — Sebanyak 1.048 petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sleman mulai bergerak pada 15 Juni 2026 untuk menyambangi rumah dan tempat usaha warga dalam rangka Sensus Ekonomi 2026. Kepala BPS Sleman Widhi Pranowo merinci, personel yang diturunkan terdiri dari 922 Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan 126 Petugas Pengawas Lapangan (PML).

Mengapa Data Usaha Mikro Jadi Prioritas?

Pendekatan door-to-door dipilih agar tidak ada satu pun potensi usaha yang terlewat. Widhi menekankan bahwa sektor mikro dan kecil kerap menjadi titik buta dalam pendataan konvensional. "Kami ingin memastikan seluruh potensi usaha, baik mikro, kecil, menengah, hingga skala besar, dapat terdata secara menyeluruh," ujarnya saat pencanangan di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (26/6/2026).

Data Ini Jadi Acuan Bank dan Program Digital

Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan, hasil sensus tidak hanya berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi. Data tersebut akan dirujuk untuk pengembangan ekonomi digital, ekonomi kreatif, hingga pelatihan kapasitas pelaku UMKM. "Validitas data sangat menentukan. Dari sinilah kebijakan, termasuk akses pembiayaan dan pengembangan usaha, disusun," kata Endang.

Ia menambahkan, sektor perbankan juga memanfaatkan data sensus sebagai dasar penyaluran kredit. Tanpa data yang valid, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran.

Sleman: Barometer Ekonomi dengan Unit Usaha Terbanyak di DIY

Posisi Sleman dalam peta ekonomi DIY dinilai strategis. Kabupaten ini mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi dan memiliki jumlah unit usaha terbanyak dibandingkan daerah lain di provinsi tersebut. Kondisi ini menjadikan Sleman sebagai barometer bagi dinamika sektor usaha berbasis digital dan kreatif di DIY.

Bupati Harda Kiswaya menegaskan, sensus ekonomi merupakan instrumen strategis yang akan menentukan arah kebijakan pembangunan daerah. "Data ini akan menjadi kompas pembangunan. Karena itu kami mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang jujur dan terbuka saat didata," ujarnya.

Jadwal Pendataan Berlangsung hingga Akhir Agustus

Pendataan lapangan akan berlangsung selama dua setengah bulan, hingga 31 Agustus 2026. Pemerintah berharap partisipasi aktif dari seluruh pelaku usaha, mulai dari pedagang kaki lima hingga perusahaan berskala besar, untuk memastikan data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kekuatan ekonomi riil Sleman.

Dengan data yang akurat, pemerintah daerah dapat merancang kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan ekonomi ke depan, termasuk dalam hal perluasan akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM.

Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks