YOGYAKARTA — Career Center dan Alumni UMBY menghadirkan dua akademisi penerima beasiswa internasional untuk membedah kunci sukses studi lanjut. Mereka adalah Ir. Raden Febrianto Christi, M.S., IPM., dosen Universitas Padjadjaran yang tengah menempuh S3 di Thailand, dan Agus Setiyoko, S.TP., M.Sc., dosen UMBY yang sedang menyelesaikan S3 di Malaysia.
Modal Krusial yang Dinilai Lembaga Donor
Raden Febrianto menekankan, pemberi beasiswa tidak sekadar mencari kandidat cerdas secara akademik. "Mereka mencari figur visioner yang relevan dengan kebutuhan zaman," ujarnya. Ia menyoroti tiga modal utama: rekam jejak publikasi ilmiah, inisiatif menjalin komunikasi awal dengan calon supervisor, serta kemampuan menunjukkan dampak riset bagi masyarakat.
Proposal Riset Autentik Jadi Penentu, Bukan Sekadar Nilai
Agus Setiyoko membedah proses seleksi berdasarkan pengalamannya meraih SEARCA Scholarship. Kunci sukses, katanya, terletak pada proposal riset yang autentik dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan. Ia juga membocorkan aspek yang dinilai ketat dalam motivation letter. "Dokumen itu harus menunjukkan keselarasan antara latar belakang pelamar, tujuan studi, dan kontribusi nyata setelah lulus," jelas Agus.
Antusiasme Peserta dan Target Dosen Doktor UMBY
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Topik yang dibahas mencakup strategi memperoleh Letter of Acceptance (LoA), persiapan sertifikat bahasa Inggris, hingga tips memilih negara tujuan. Rini Nuraini, salah satu peserta, mengapresiasi kegiatan ini. "Sangat membantu memberikan gambaran bagaimana cara mendapatkan beasiswa sekaligus strateginya dalam memilih kampus dan negara tujuan," ungkapnya.
Secara internal, kegiatan ini menjadi langkah strategis UMBY mengejar target setiap program studi memiliki minimal 50 persen dosen bergelar doktoral. Kepala Bagian Career Center dan Alumni UMBY, Ir. Ajat Sudrajat, S.Pt., M.Pt., IPP., menegaskan bahwa pelatihan ini adalah wujud nyata komitmen kampus meningkatkan kualitas SDM. "Studi lanjut tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan," pungkas Ajat.