YOGYAKARTA — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengingatkan generasi muda bahwa soft skill dan hard skill adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Menurut Wali Kota Hasto Wardoyo, seseorang yang hanya unggul dalam salah satu aspek akan mengalami kesulitan ketika memasuki dunia profesional.
"Soft skill dan hard skill tidak bisa dipisahkan dan harus dimiliki secara seimbang agar seseorang mampu berkembang dan sukses dalam karir," kata Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Minggu.
Soft Skill dan Hard Skill: Dua Modal yang Wajib Berjalan Beriringan
Hasto Wardoyo menjelaskan, keunggulan di satu sisi tanpa diimbangi sisi lainnya akan membuat seseorang tidak maksimal. Ia memberi contoh, soft skill yang bagus tetapi tidak didukung hard skill yang baik tentu sulit bersaing. Begitu pula sebaliknya, hard skill yang hebat namun tidak mampu berkomunikasi, bekerja sama, atau membangun relasi juga akan menjadi kendala.
"Misalnya, soft skill bagus, tetapi tidak didukung hard skill yang baik, tentu sulit bersaing. Begitu sebaliknya, hard skill yang hebat tetapi tidak mampu berkomunikasi, bekerja sama, atau membangun relasi juga akan menjadi kendala dalam dunia kerja," ujarnya.
Belajar Sepanjang Hayat di Tengah Perkembangan Zaman
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat, menurut Hasto, menuntut generasi muda untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Ia mendorong mereka memiliki kemauan untuk belajar sepanjang hayat agar tidak tertinggal.
Selain kompetensi teknis, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya membangun karakter sebagai modal utama menjadi pemimpin di masa depan. Integritas, disiplin, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar disebut sebagai nilai-nilai penentu keberhasilan seseorang dalam menjalani karier.
"Integritas, disiplin, tanggung jawab, serta kemauan untuk terus belajar merupakan nilai-nilai yang akan menentukan keberhasilan seseorang dalam menjalani karir," katanya.
Generasi Muda Harus Jadi Pencipta Solusi, Bukan Penonton
Pemkot Yogyakarta juga mendorong mahasiswa dan generasi muda agar berani menciptakan inovasi. Hasto Wardoyo menekankan, anak muda harus menjadi pencipta solusi, bukan sekadar penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja.
"Sebagai anak muda jangan pernah berhenti berinovasi. Teruslah menciptakan sesuatu yang baru, memberikan solusi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Menurut dia, periode sebelum usia 40 tahun merupakan waktu terbaik untuk bekerja keras dan mengembangkan berbagai peluang usaha maupun investasi. Tujuannya agar di masa depan mereka dapat menikmati hasil dari kerja keras tersebut, termasuk memiliki passive income.
"Sebelum usia 40 tahun, bangun kemampuan, bangun karir, bangun usaha. Tujuannya agar ketika memasuki usia yang lebih matang kita sudah memiliki passive income dan tidak lagi bergantung pada penghasilan aktif," kata Hasto Wardoyo.