DI YOGYAKARTA — Tak biasa, memang. Seusai musim lalu gagal membawa Arema FC tembus lima besar, Marcos Santos justru mendapat kepercayaan lebih besar dari manajemen. Bukan sekadar perpanjangan kontrak, pelatih berlisensi CONMEBOL Pro berusia 46 tahun itu kini mengantongi hak veto mutlak dalam perburuan pemain—termasuk 11 legiun asing—tanpa campur tangan direksi.
Kekuasaan Penuh di Tangan Pelatih Brasil
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membuka kartu tersebut. Ia menegaskan bahwa Marcos yang memegang kendali penuh untuk memantau, menyaring, dan merekomendasikan pemain baru.
"Dia sudah memahami kompetisi Indonesia, karakter pemain, dan kebutuhan tim. Bahkan ikut membantu proses pencarian pemain. Itu pertimbangan kami melanjutkan kerja sama," ujar Inal, Senin (29/6/2026).
Buru 11 Legiun Asing, Pendekatan Sudah Dimulai Sejak 4 Bulan Lalu
Manajemen mengakui urusan belanja pemain asing sejatinya sudah rampung. Proses pendekatan dan negosiasi dilakukan secara senyap sejak empat bulan sebelum musim lalu berakhir.
Arema dipastikan memaksimalkan kuota 11 pemain asing. "Semua sudah tuntas. Tinggal diperkenalkan saja. Untuk pemain asing, semua yang milih adalah pelatih," tambah Inal. Beberapa nama baru bahkan belum pernah bermain di Indonesia.
Tiga Pemain Asing Dipertahankan, Sisanya Tunggu Kejutan
Sejauh ini, tiga legiun asing lama sudah diamankan: Julian Guevara, Matheus Blade, dan Betinho. Arema juga masih memegang klausul untuk Gustavo Franca, Walisson Maia, Joel Vinicius, dan Gabriel Silva. Sisanya tinggal menunggu pengumuman resmi dari kantong Marcos Santos.
Marcos Santos Akui Harus Belajar Lebih Dalam
Pelatih asal Brasil itu sadar diri. Kontrak baru ini adalah ajang penebusan dosa. Ia langsung memasang target tinggi: membawa Singo Edan ke papan atas.
"Saya akan mempelajari komunikasi. Saya harus lebih memahami liga ini secara menyeluruh. Memahami regulasi dengan baik," ungkap Marcos.
Dua Kiper Timnas Sudah Diamankan
Sebelum berburu legiun impor, Arema sudah mengamankan dua kiper lokal berlabel timnas: Erlangga Setyo dari PSPS Pekanbaru dan Syahrul Trisna dari Borneo FC. Kini, panggung kekuasaan sudah diserahkan total ke tangan Marcos Santos. Pertanyaannya: sanggupkah racikan penuhnya membawa Arema mengaum di papan atas musim depan?