Pencarian

Asita DIY Sebut Kelok 23 Bisa Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan di Bantul-Gunungkidul

Selasa, 22 September 2026 • 08:47:31 WIB
Asita DIY Sebut Kelok 23 Bisa Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan di Bantul-Gunungkidul
Uji coba Kelok 23 mendapat respons positif dari Asita DIY.

JOGJA — Uji coba Kelok 23 mendapat respons positif dari Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY. Bagi industri biro perjalanan wisata, pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan destinasi di kawasan selatan.

Humas Asita DIY, Iwan Sulistyanto, menilai manfaat Kelok 23 tidak hanya berupa pengurangan waktu perjalanan. Menurutnya, jalur itu membuka peluang distribusi kunjungan wisatawan yang lebih luas.

"Bagi travel agent, ini juga memberikan ruang untuk menciptakan paket-paket wisata baru yang menggabungkan Bantul dan Gunungkidul tanpa wisatawan harus merasa terlalu banyak menghabiskan waktu di perjalanan," kata Iwan, Senin (21/9/2026).

Kawasan Selatan Bantul hingga Girijati Jadi Titik Sambung

Iwan menyebut kawasan selatan Bantul seperti Parangtritis, Parangkusumo, dan sekitarnya berpotensi mendapat dampak positif dari akses tersebut. Jalur itu juga memudahkan wisatawan menuju Girijati dan berbagai destinasi wisata di Gunungkidul.

Potensi Kelok 23 tidak hanya terletak pada destinasi di sekitar jalur. Akses baru ini dapat membentuk koridor wisata di kawasan selatan, sehingga wisatawan lebih mudah melanjutkan perjalanan dari Bantul ke Gunungkidul untuk mengunjungi pantai, desa wisata, menikmati kuliner, hingga berbagai atraksi lainnya.

Panorama di sepanjang Kelok 23 dinilai menarik. Namun, Iwan mengingatkan panorama tersebut perlu ditunjang dengan penataan agar aktivitas wisata tidak mengganggu fungsi utama jalan.

"Tetapi tentu perlu penataan agar fungsi utamanya sebagai jalur transportasi tetap berjalan dengan aman dan tidak terganggu aktivitas wisatawan yang berhenti di lokasi yang tidak semestinya," jelasnya.

Konektivitas Bantul-Gunungkidul Belum Optimal

Menurut Iwan, potensi Kelok 23 cukup besar karena selama ini Bantul dan Gunungkidul sama-sama memiliki kekuatan destinasi, khususnya wisata alam dan kawasan pantai selatan. Konektivitas yang semakin baik menjadi peluang untuk mengintegrasikan destinasi di kedua kabupaten dalam satu rangkaian perjalanan.

"Wisatawan yang sebelumnya mungkin hanya berkunjung ke kawasan Parangtritis dan sekitarnya, nantinya akan lebih mudah melanjutkan perjalanan menuju destinasi di Gunungkidul, begitu pula sebaliknya," ungkapnya.

Dari perspektif biro perjalanan wisata, akses seperti ini penting karena memberikan alternatif dalam menyusun perjalanan wisata yang lebih efisien. Pemangkasan waktu tempuh Kretek-Girijati dari sekitar 30 menit menjadi kurang lebih 7-8 menit dinilai menjadi nilai tambah dalam pengembangan pola perjalanan wisata di kawasan selatan DIY.

Empat Catatan Asita: Keselamatan hingga Rest Area

Asita DIY menyoroti sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Kelok 23. Pertama, aspek keselamatan mengingat karakter jalannya memiliki tanjakan, turunan, dan tikungan. Rambu, penerangan, guardrail, titik berhenti yang aman, serta pengaturan lalu lintas harus benar-benar diperhatikan.

Kedua, dari perspektif industri pariwisata, Asita DIY berharap akses tersebut benar-benar siap dilalui kendaraan pariwisata. Saat masa uji coba, kendaraan besar belum diperbolehkan melintas karena masih terdapat pekerjaan lanjutan.

"Bagi biro perjalanan, kesiapan akses untuk bus pariwisata menjadi penting karena akan menentukan apakah jalur tersebut nantinya dapat dimasukkan secara optimal ke dalam itinerary grup," ujarnya.

Ketiga, penataan titik pandang atau rest area. Panorama di sepanjang Kelok 23 memiliki daya tarik sehingga perlu disediakan tempat berhenti yang resmi dan aman agar wisatawan tidak berhenti sembarangan di badan jalan.

Keempat, integrasi antara pembangunan infrastruktur dengan pengembangan produk wisata serta pemberdayaan masyarakat di sepanjang koridor tersebut.

Dampak Ekonomi ke Warga Bantul dan Gunungkidul

Iwan berharap wisatawan tidak hanya sekadar lewat, tetapi juga berhenti, melakukan aktivitas, menikmati kuliner, mengunjungi destinasi, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Bantul maupun Gunungkidul.

"Diperlukan penertiban bagi kendaraan yang berhenti di sepanjang jalan agar tidak menimbulkan potensi kemacetan, penanda rest area, penghijauan dan tindakan mengurangi debu di sekitar lokasi rest area, dan fasilitas pendukung rest area termasuk toilet yang memadai dan mushola," jelasnya.

Bagi Asita DIY, Kelok 23 tidak semata jalan baru. Jalur itu dinilai dapat menjadi peluang untuk membangun koridor perjalanan wisata baru di kawasan selatan DIY, sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan yang selama ini singgah sebentar di titik-titik destinasi.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks