Pencarian

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 134 Tuduhan, Sanksi Menanti

Sabtu, 26 September 2026 • 16:26:31 WIB
Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 134 Tuduhan, Sanksi Menanti
Panel yudisial independen dilaporkan memutuskan Manchester City bersalah atas sebagian besar dari 134 tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League.

DI YOGYAKARTA — Manchester City dinyatakan bersalah atas sebagian besar dari 134 tuduhan disiplin yang diajukan Premier League. Panel yudisial tiga orang dilaporkan telah mencapai putusan, meski belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak. Seluruh dunia sepak bola Inggris kini menunggu langkah banding yang bisa menentukan masa depan klub.

Keputusan panel yudisial independen yang menangani kasus Manchester City bocor ke publik sebelum pengumuman resmi. Laporan menyebut Premier League memenangkan sebagian besar dari 134 tuduhan pelanggaran aturan finansial yang dihadapi juara bertahan tersebut. Proses persidangan berlangsung tertutup, dengan semua pihak terikat perjanjian kerahasiaan.

Jika laporan tersebut akurat, perhatian langsung tertuju pada langkah banding yang bisa diajukan Manchester City. Sesuai aturan Premier League, klub berhak mengajukan banding dalam 14 hari sejak putusan diumumkan. Proses banding diperkirakan selesai kurang dari 12 pekan setelahnya.

Banding Hanya soal Putusan, Bukan Hukuman

Manchester City akan mengajukan banding berdasarkan keputusan panel, bukan hukuman yang belum ditentukan. Dalam upaya membuktikan panel yudisial keliru, klub diizinkan menyampaikan bukti baru yang sebelumnya tidak tersedia dan melakukan presentasi lisan tambahan. Setelah sidang banding rampung, putusan diharapkan keluar dalam 30 hari.

Sidang banding dijadwalkan berlangsung dalam satu blok tidak lebih dari lima hari. Panel banding juga diwajibkan mempublikasikan alasan tertulis di balik keputusan mereka. Alasan tertulis dari panel yudisial awal pun seharusnya dipublikasikan, namun skala kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya membuat prosedur normal tidak selalu diikuti.

Arbitrase Jadi Jalan Terakhir jika Banding Gagal

Aturan W.97 Premier League menyatakan keputusan Dewan Banding bersifat final. Meski demikian, masih ada satu jalur terakhir, yaitu arbitrase. Proses ini berarti menghadap panel baru berisi tokoh hukum terkemuka. Kriteria sidang arbitrase jauh lebih ketat, dan keberhasilan hanya mungkin jika panel yudisial atau dewan banding terbukti menyalahgunakan proses hukum.

Manchester City baru-baru ini melalui proses arbitrase dengan Premier League terkait aturan transaksi pihak terkait. Setelah putusan awal menantang dua penerapan aturan namun menilai aturan secara umum sah, City dan Premier League mencapai penyelesaian yang mencegah kasus berlanjut ke pengadilan.

Hukuman Mulai dari Denda hingga Degradasi

Jika banding Manchester City gagal, panel memiliki sejumlah opsi hukuman. Mulai dari denda hingga pengeluaran total dari liga, dengan berbagai sanksi olahraga termasuk pengurangan poin di antaranya. Mengingat besarnya putusan, City diperkirakan menerima hukuman di ujung skala terberat jika banding tidak berhasil.

Degradasi menjadi salah satu kemungkinan yang dibicarakan. Namun, hukuman tersebut kemungkinan bukan akhir dari masalah. Klub-klub Premier League dan tim yang pernah terdegradasi dilaporkan tengah menghitung potensi kerugian finansial selama periode City memenangkan gelar sambil melanggar aturan.

Gelombang Gugatan Hukum Mengintai

Sejumlah klub dikabarkan bersiap mengajukan gugatan. Manchester United, misalnya, finis kedua di belakang City pada musim 2017-18 dan berpotensi kehilangan gelar liga ke-21 yang memecahkan rekor. Klub-klub yang terdegradasi juga bisa berargumen bahwa mereka turun kasta karena poin yang direbut oleh tim yang kemudian terbukti curang.

Laporan menyebut klub-klub Premier League kehilangan selera untuk mengambil langkah hukum setelah biaya kompetisi musim lalu diperkirakan mencapai 50 juta poundsterling. Namun, jika putusan terhadap Manchester City akhirnya dikuatkan, gelombang gugatan baru hampir pasti menyusul.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks