Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Proklamator Bung Karno. Duka cita disampaikan sebagai penghormatan atas dedikasi almarhum dalam memajukan seni dan kebudayaan tanah air. DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta bersama Baitul Muslimin Indonesia menggelar tahlilan dan doa bersama untuk mengenang almarhum.
YOGYAKARTA — Eko Suwanto menilai Guruh Soekarnoputra sebagai sosok yang konsisten merawat kesenian dan kebudayaan Indonesia. Penghormatan itu disampaikan Eko sebagai bentuk pengakuan atas rekam jejak almarhum yang dinilainya nyata dalam mempertahankan jati diri bangsa.
"Almarhum Guruh Soekarnoputra adalah orang yang baik, beliau menjadi sosok penjaga kebudayaan Indonesia yang sangat berkomitmen mempertahankan jati diri bangsa melalui karya-karyanya," kata Eko Suwanto, Sabtu, 25/9/2026.
Doa Bersama di Kantor Partai
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar doa bersama di kantor partai untuk mengenang almarhum. Tahlilan dan doa bersama itu digelar bersama Baitul Muslimin Indonesia.
"Insya Allah nanti Sabtu malam ini DPC PDI Perjuangan bersama Baitul Mislimin Indonesia Kota Yogyakarta menggelar Tahlinan & Doa kagem almarhum Pak Guruh Soekarnoputra," ujar Eko Suwanto.
Jejak Guruh di Komisi X DPR RI
Eko mengaku mengenal lebih dekat sosok Guruh Soekarnoputra saat almarhum menjabat anggota DPR RI Komisi X. Pada masa itu, Eko bertugas sebagai Tenaga Ahli Ketua Komisi X DPR RI.
"Pada masa pengabdiannya di parlemen tersebut, almarhum aktif memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada pemajuan kebudayaan. Saat itu saya tugas sebagai Tenaga Ahli Ketua Komisi X DPR RI, dimana Pak Guruh adalah Anggota Komisi X," kata Eko Suwanto.
Sebagai legislator yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, dan pariwisata, Guruh disebut senantiasa menyuarakan pentingnya karakter bangsa berlandaskan Tri Sakti Bung Karno, khususnya berkepribadian dalam kebudayaan.
Karya Seni yang Menyala Lintas Generasi
Karya-karya seni ciptaan Guruh mencakup seni musik, tari, hingga pergelaran kolosal. Eko menilai karya-karya itu mampu membangkitkan rasa bangga dan nasionalisme masyarakat Indonesia.
Keahlian almarhum memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern membuat warisan budayanya tetap relevan dan dicintai lintas generasi.
"Kehilangan sosok maestro kebudayaan seperti almarhum tentu meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar PDI Perjuangan dan keluarga Bung Karno, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia. Semangat dan dedikasi yang telah ditinggalkan almarhum akan terus menjadi teladan dan api perjuangan almarhum dalam mewujudkan Berkepribadian Dalam Kebudayaan akan terus menyala," tutup Eko Suwanto.