Pencarian

Pertamina NRE dan Bukit Asam Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Sabtu, 04 Juli 2026 • 15:45:31 WIB
Pertamina NRE dan Bukit Asam Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Pertamina NRE dan Bukit Asam bekerja sama mengubah lahan bekas tambang menjadi pembangkit listrik tenaga surya.

DI YOGYAKARTA — Kerja sama ini tidak hanya sekadar proyek energi terbarukan. Pertamina NRE dan PTBA akan memanfaatkan ribuan hektar lahan pascatambang yang sudah direklamasi untuk dijadikan pusat energi surya. Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati menegaskan, kolaborasi ini diharapkan menghasilkan proyek energi hijau berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan proyek energi hijau berkelanjutan, tetapi juga mendorong peningkatan TKDN, memperkuat ekosistem industri nasional, serta membuka peluang pendanaan hijau," ujar Sri dalam keterangan resminya.

Melalui sinergi ini, Pertamina NRE menargetkan peran sentral dalam mengonversi aset nasional menjadi pusat energi bersih. Targetnya, proyek ini turut mendukung program ambisius pemerintah membangun PLTS berkapasitas 100 GW dalam lima tahun ke depan.

Bukit Asam Siapkan Lahan dan Teknologi

PT Bukit Asam tidak hanya menyiapkan lahan. Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menyatakan komitmen perusahaan terhadap prinsip "Sustainability Through Technology".

PTBA akan mengoptimalkan aset nasional, termasuk lahan pascatambang yang telah direklamasi, untuk menjadi pusat energi hijau baru. Ruang lingkup kerja sama mencakup identifikasi lokasi, studi kelayakan teknis dan finansial, evaluasi model kerja sama, hingga pengembangan proyek secara penuh.

Mempercepat Target Net Zero Emission

Sinergi antara dua BUMN ini menjadi langkah konkret mempercepat target Net Zero Emission Indonesia. Dengan memanfaatkan lahan bekas tambang yang selama ini tidak produktif, proyek PLTS ini diharapkan mampu menyediakan energi bersih yang mandiri dan berkelanjutan.

Langkah ini juga membuka peluang pendanaan hijau (green financing) yang semakin diminati investor global. Jika berhasil, model kerja sama ini bisa menjadi cetak biru bagi pemanfaatan lahan kritis lainnya di Indonesia untuk proyek energi terbarukan.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks