BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul meresmikan ruas Jalan Kasihan-Bangunjiwo sepanjang 3,02 kilometer yang dibangun melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Peresmian ini menjadi bagian dari strategi daerah menekan proporsi belanja pegawai hingga 30 persen pada 2027 agar alokasi belanja publik dan infrastruktur bisa membengkak menjadi 70 persen.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kalurahan Kasihan dan Kalurahan Bangunjiwo tersebut pelaksanaannya ditangani oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Proyek ini merupakan representasi dari beberapa pembangunan infrastruktur yang tengah digarap pada 2025-2026.
Belanja Modal Jadi Investasi Jangka Panjang
Menurut Halim, pembangunan infrastruktur yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan bagian dari belanja modal yang harus terus ditingkatkan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi sulit dicapai tanpa peningkatan belanja modal, terutama untuk infrastruktur yang memperlancar mobilitas dan aktivitas perekonomian.
"Investasi membutuhkan belanja modal, jadi membangun jalan, jembatan, irigasi, dan saluran fiber optik adalah membangun sarana, modal yang akan kita gunakan untuk keuntungan di masa depan," ujar Halim di Bantul, Rabu.
Ia mencontohkan pembangunan jembatan yang mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat. "Misalnya jembatan, sebelum ada jembatan masyarakat akan melalui jalan panjang, aktivitas ekonominya lebih berjalan jika ada jembatan," kata dia.
Target 2027: 70 Persen Anggaran untuk Publik
Halim menyatakan pemerintah daerah berupaya menekan proporsi belanja pegawai agar alokasi untuk pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur dapat terus ditingkatkan. "Belanja pegawai di 2027 Insya-Allah bisa tertekan di angka 30 persen, sehingga 70 persen alokasi ke publik itu semakin besar," katanya.
Selain peresmian jalan Bangunjiwo-Kasihan, Pemkab Bantul juga meresmikan tiga proyek infrastruktur lainnya yakni Jembatan Pucunggrowong, proyek padat karya di Bakulan, serta pembangunan Balai Keluarga Berencana (KB) di Kapanewon Imogiri.
Kolaborasi Pusat-Daerah untuk Kemantapan Jalan
Kepala Bidang Preservasi I BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta Fajar Triawan mengatakan paket preservasi ruas Jalan Kasihan-Bangunjiwo telah diselesaikan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DI Yogyakarta. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum menjaga kemantapan jalan agar tetap berfungsi optimal dalam mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat.
"Paket preservasi jalan ini memiliki panjang penanganan 3,02 kilometer," ujar Fajar.
Menurut Fajar, proyek tersebut merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur. "Harapannya masyarakat menjaga bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang dan mendukung aktivitas ekonomi," katanya.