SLEMAN — Serangan hama tikus yang kerap mengancam hasil panen petani di Sleman mendapat respons cepat dari pemerintah daerah. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman mengerahkan petugas dan bahan aktif pembasmi hama dalam gerakan serentak yang digelar di Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, pada Minggu (19/7).
Metode Emposan dan Sostik Jadi Andalan
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Liem Astuti mengatakan, pengendalian dilakukan dengan metode emposan dan sostik untuk membasmi hama di lubang-lubang persembunyiannya. "Gerakan ini dilakukan secara serentak dengan cakupan luas lahan mencapai sekitar 70 hektare," kata Liem Astuti di Sleman, Minggu.
Lima Kelompok Tani Turun ke Sawah
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu melibatkan partisipasi aktif dari Kelompok Tani Gombang, Rajek Lor, Rajek Wetan, Rajek Ngemplak, dan Jetis. Sinergi pendanaan dan penyediaan bahan aktif pembasmi hama bersumber dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman serta Pemerintah Kalurahan Tirtoadi.
Baznas Sleman Salurkan Bantuan Sembako
Bersamaan dengan pengendalian hama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan berupa 75 paket sembako kepada petani kurang mampu di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan sosial itu dihadiri langsung oleh Pimpinan Baznas Sleman Muhyi Darmaji beserta Muhaimin, Panewu Mlati, Lurah Tirtoadi, serta petugas lapangan dari PPL, POPT, RPT, dan Babinsa.
Langkah Strategis Jaga Ketahanan Pangan
Liem Astuti berharap kegiatan ini tidak hanya menekan serangan hama, tetapi juga mempererat koordinasi antarpemangku kepentingan di lapangan. "Sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan kepedulian dari lembaga seperti Baznas sangat berarti bagi para petani kita. Harapannya, langkah ini dapat menjaga kestabilan hasil panen di wilayah Tirtoadi," ujarnya.