DI YOGYAKARTA — Duel melawan Persib Bandung pada Sabtu (12/9) menjadi penampilan terakhir Macan Kemayoran di SUGBK sebelum stadion itu ditutup sementara. Setelah laga tersebut, rumput SUGBK diistirahatkan agar kondisinya kembali optimal untuk turnamen regional yang berlangsung 24 September hingga 5 Oktober 2026.
Erick Thohir: SUGBK Tidak Dipakai Sekitar 10 Hari
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut masa pemulihan SUGBK berlangsung sekitar 10 hari usai pertandingan Persija versus Persib. Menurutnya, jeda itu diperlukan agar kualitas rumput stadion kembali bagus.
"Nanti setelah pertandingan Persija-Persib sudah.. tidak boleh dipakai lagi untuk 10 hari kalau tidak salah, supaya rumputnya bisa recover. Dan kondisi GBK bagus," kata Erick kepada wartawan, Senin (14/9).
JIS Terkunci Konser, Tak Ada Opsi Lain di Jakarta
Persoalan Persija bertambah karena JIS, yang biasanya menjadi alternatif kandang, sudah lebih dulu dipesan untuk penyelenggaraan konser. Dua stadion besar di ibu kota itu kompak tidak tersedia di waktu yang berdekatan.
Klub pun harus bergerak cepat mencari venue alternatif di luar Jakarta. Laga melawan Java United tetap wajib dimainkan sesuai jadwal kompetisi resmi, sehingga Persija butuh stadion yang memenuhi standar penyelenggaraan.
Lapangan Latihan GBK Juga Jadi Perhatian PSSI
Selain stadion utama, PSSI memantau kondisi tiga lapangan latihan di kawasan GBK yang belum sepenuhnya ideal. Erick menyebut satu lapangan berada di kisaran 60-70 persen, satu lainnya 50 persen, dan Lapangan Madya di atas 60 persen.
"Kami prihatin dengan kondisi tiga lapangan latihan A dan B (GBK) itu satu kondisinya 60-70 persen, satunya lagi kondisi 50 persen, tapi dengan tidak dipakai lagi 10 hari ke depan mestinya bisa recover. Madya juga kondisinya waktu itu 60 lebih persen, mudah-mudahan 10 hari bisa recover," ujar Erick.
PSSI memilih mengurangi pemakaian lapangan menjelang FIFA ASEAN Cup agar kualitas venue kembali optimal. Indonesia sendiri menjadi salah satu tuan rumah turnamen tersebut.
Benturan Agenda Turnamen dan Kompetisi Domestik
Kasus Persija memperlihatkan tantangan ketika kalender turnamen internasional berdekatan dengan kompetisi domestik. Stadion yang masuk persiapan event besar mendapat perlakuan khusus, sementara klub tetap butuh kandang untuk menjalani jadwal liga.
Sampai ada kepastian venue baru, Macan Kemayoran harus bersiap menjalani laga kandang melawan Java United tanpa rumah di ibu kota.