DI YOGYAKARTA — Paragraf pembuka: Ketua PSSI Erick Thohir menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan laga berjalan aman. Ia menegaskan, keselamatan pendukung menjadi prioritas utama menjelang salah satu pertandingan paling dinanti di sepak bola nasional itu. "Siapa pun yang mengakibatkan ada pendukung yang tidak pulang ke rumah dengan selamat, kami bersama Kepolisian sepakat akan ada proses hukum yang seberat-beratnya," kata Erick di Indonesia Sport Summit 2026, Jumat (11/9).
Ancaman Sanksi FIFA Jadi Bayang-Bayang
Erick mengingatkan bahwa aksi kekerasan dalam pertandingan berpotensi memicu sanksi dari FIFA, federasi sepak bola dunia. Sanksi terberat bisa berupa penghentian seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia. Ancaman itu pernah nyata terjadi pasca tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.
Menurut Erick, FIFA sempat berencana membekukan PSSI selama 8 hingga 10 tahun. Rencana itu akhirnya dibatalkan, sehingga PSSI masih bisa mengelola Tim Nasional Indonesia hingga kini. "Saya mengingatkan peristiwa Kanjuruhan pada setiap orang yang menghadiri laga besok, jangan pernah dilupakan," ujarnya.
Kanjuruhan, Luka yang Belum Usai
Tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Liga 1 2022/2023. Persebaya menang 3-2 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur itu.
Setelah peluit panjang berbunyi, suporter Aremania merangsek masuk ke lapangan dan menyerang pemain klub kesayangan mereka. Pemain Persebaya langsung meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan barracuda Polri.
Suporter juga melemparkan suar atau flare serta benda lain yang bisa dijangkau. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berupaya menghalau mereka dengan menembakkan gas air mata.
Akibatnya, ribuan suporter di tribun panik dan berdesakan keluar stadion. Banyak yang pingsan dan sulit bernapas karena berjejalan di pintu keluar. Peristiwa itu menewaskan 131 orang, termasuk 33 anak-anak.
Makna Laga Persija vs Persib bagi Suporter
Pertemuan Persija dan Persib selalu menyedot perhatian besar di Indonesia. Kedua klub memiliki basis suporter fanatik dengan sejarah rivalitas panjang. Kembalinya laga ini ke SUGBK setelah lebih dari enam tahun menjadi momen yang ditunggu, sekaligus ujian bagi pengelolaan keamanan stadion.
PSSI dan Kepolisian menempatkan personel tambahan untuk mengantisipasi kericuhan. Erick meminta seluruh pihak, termasuk suporter, menahan diri dan menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung.
Penutup: Laga Persija melawan Persib bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ia menjadi barometer kesiapan Indonesia mengelola kerumunan besar tanpa mengulang luka lama yang pernah menimpa dunia sepak bola nasional.