Pencarian

MTK PWA DIY Tutup Monev Tabligh Komunitas di Tegalrejo, Komunitas Mualaf Sahabat Muhajirin Dapat Pembinaan Rutin

Jumat, 16 Oktober 2026 • 13:46:31 WIB
MTK PWA DIY Tutup Monev Tabligh Komunitas di Tegalrejo, Komunitas Mualaf Sahabat Muhajirin Dapat Pembinaan Rutin
Kunjungan Monev Tabligh Komunitas MTK PWA DIY berlangsung di Ruang Multimedia SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

YOGYAKARTA — Komunitas Sahabat Muhajirin Tegalrejo menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tabligh Komunitas dari Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) DIY. Kunjungan berlangsung di Ruang Multimedia SMA Muhammadiyah 1 (SMA Muhi) Yogyakarta, dihadiri MTK PWA DIY, MTK PDA Kota Yogyakarta, pengurus, dan jamaah Komunitas Sahabat Muhajirin Tegalrejo.

Kegiatan ini menutup rangkaian Monev Tabligh Komunitas yang digelar MTK PWA DIY di sejumlah cabang. Penanggung jawab Tabligh Komunitas 'Aisyiyah DIY, Hasta Dewi, menyebut monev penting untuk memantau kegiatan komunitas tiap daerah atau cabang, mendukung dakwah pembinaan mualaf, sekaligus meninjau langsung kegiatan-kegiatannya.

Komunitas Mualaf Tegalrejo Berkegiatan Sejak 2019

Meski nama resminya baru dirilis pada 2026, Komunitas Sahabat Muhajirin Tegalrejo sudah berkegiatan sejak 2019, sebelum pandemi Covid-19 merebak. Pada awal pembentukan, kegiatan hanya dilaksanakan setahun sekali setiap Bulan Ramadhan, sekaligus untuk penyerahan santunan.

Ke depan, pengurus sudah mengagendakan kegiatan rutin pembinaan setiap bulan. Beberapa ranting juga melaksanakan pembinaan rutin bulanan agar lebih dekat dan lebih mudah dijangkau oleh jamaah. Materi kegiatan beragam, mulai dari penguatan aqidah dan ibadah, pembinaan akhlak dan muamalah, hingga belajar membaca dan tadarus Al-Qur'an.

Ketua PCA Tegalrejo Minta Bimbingan Pendampingan Mualaf

Ketua PCA Tegalrejo, Zuhriyah, menyampaikan rasa syukur karena kegiatan Monev Tabligh Komunitas MTK PWA DIY dapat dilaksanakan di PCA Tegalrejo.

"Terima kasih pada jamaah Sahabat Muhajirin yang telah meluangkan waktu untuk hadir di acara ini. Kepada MTK PWA dan PDA, mohon bimbingannya untuk kami agar bisa mengembangkan kegiatan pendampingan mualaf PCA Tegalrejo. Harapannya, kami bisa lebih baik dan lebih maksimal," tuturnya.

Ketua MTK PDA Kota Yogyakarta, Mulyani Munir, memberikan apresiasi atas adanya tabligh komunitas mualaf di PCA Tegalrejo. Ia juga berterima kasih kepada MTK PWA DIY karena sudah berkenan melakukan monev.

Mulyani menyampaikan selamat kepada para mualaf yang sudah bergabung dalam komunitas Sahabat Muhajirin Tegalrejo. Menurutnya, komunitas ini berkembang sangat pesat.

"Insya Allah, dengan aktif dalam komunitas ini, maka akan menambah kekuatan iman," tuturnya.

Dia juga berpesan kepada jamaah agar jangan pernah merasa menjadi orang baru, apalagi merasa sendirian, karena dalam komunitas semua akan terus sama-sama belajar.

"Jadikan komunitas ini seperti rumah yang nyaman, dengan teman-teman yang saling menguatkan dan menggembirakan. Karena komunitas ini memiliki tujuan bersama yaitu untuk meneguhkan iman, menjadi rumah dan tempat yang dirindukan," ujarnya menguatkan.

Monev Dinilai Penting untuk Perencanaan dan Evaluasi Kegiatan

Pelaksanaan Monev Tabligh Komunitas Sahabat Muhajirin Tegalrejo dipandu oleh Penanggung jawab Tabligh Komunitas 'Aisyiyah DIY, Hasta Dewi. Ia mengemukakan bahwa monev penting dilakukan untuk memantau kegiatan komunitas tiap daerah atau cabang, mensupport dakwah pembinaan mualaf, sekaligus meninjau secara langsung kegiatan-kegiatannya.

"Karena setiap kegiatan perlu adanya perencanaan yang sitematis, pelaksanaan yang terukur dan evaluasi, agar berjalan semakin baik dengan hasil yang maksimal," ungkap Hasta yang juga Ketua MTK PWA DIY ini.

Hasta berpesan agar kegiatan tabligh komunitas semakin berkembang, rutin, dan berkelanjutan, sehingga perlu kolaborasi lintas majelis.

"Harapannya, jamaah bisa naik kelas, meningkat kemampuannya, dan bisa menjadi muslim sepenuhnya yang kuat dan mantap dalam ber-Islam. Bahkan sangat terbuka peluang untuk menjadi pendakwah," tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar PDA terus melakukan pembinaan rutin komunitas di setiap cabang yang memiliki tabligh komunitas seperti PCA Tegalrejo. Termasuk memberi support bagi tumbuhnya komunitas-komunitas lain seperti komunitas janda, komunitas seniman, komunitas pedagang, dan lain-lain.

Pengajian: Mualaf Ibarat Rumah yang Perlu Dibangun dan Dirawat

Monev juga diisi dengan beberapa testimoni dari para jamaah mualaf. Mereka berbagi pengalaman yang sangat menyentuh, terutama pengalamannya setelah ber-Islam.

Pengajian untuk komunitas mualaf Sahabat Muhajirin Tegalrejo disampaikan oleh Siti Khairiyah, Ketua Biro Konsultasi Keluarga Sakinah 'Aisyiyah (BIKKSA) Humaira PWA DIY. Ia mengulas tema "Bergabung di Komunitas untuk Menguatkan Aqidah dan Ibadah".

Khairiyah mengemukakan bahwa menjadi mualaf bukan pindah agama, melainkan kembali pulang ke rumah. Sebab sejatinya sebelum lahir, semua manusia sudah ada perjanjian dengan Allah SWT bahwa asalnya Islam, tetapi dalam proses perjalanan hidup di dunia banyak hal yang bisa mengubah.

"Sejak bersyahadat, seorang muslim ibarat memiliki sebuah kapling dan belum ada rumahnya. Agar bisa ditempati, maka harus dibangun sebuah bangunan di atasnya," ucapnya.

Dia menganalogikan bangunan tersebut bisa berdiri dengan salat. Untuk melengkapi peralatan dalam rumah dan memperindahnya, bisa dengan dzikir dan doa.

Menurut Khairiyah, agar rumah terawat, maka harus selalu memperdalam pengetahuan keislaman. Jika ingin menjaga semangat, maka harus menjaga hubungan baik dengan sesama saudara, senasib, dan seperjuangan.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suaraaisyiyah.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks