Kisah Haru Suratmi: Lansia Tangguh di Bantaran Code yang Kini Dalam Dekapan Layanan Pemkot Yogyakarta

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 10 Februari 2026 | 11:42:03 WIB
Suratmi, lansia di bantaran Sungai Code, menerima layanan kesehatan dan bantuan sosial dari Pemkot Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Di balik deru pembangunan kota, terselip kisah ketegaran seorang lansia bernama Suratmi (68). Tinggal di rumah sederhana bantaran Sungai Code, Kelurahan Terban, ia harus menjadi tulang punggung bagi suaminya, Subardi (76), yang lumpuh akibat stroke, serta cucunya yang masih menempuh pendidikan.

Meski tubuhnya tak lagi prima dan harus bertumpu pada alat bantu jalan (teken), Suratmi setiap hari tetap berjualan kue keliling demi menyambung hidup. Perjuangannya membuahkan hasil setelah ia memberanikan diri hadir dalam agenda Open House Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Menindaklanjuti aduan langsung tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Baznas bergerak cepat melakukan intervensi nyata pada Jumat (6/2/2026). Sinergi ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan bersifat komprehensif, mulai dari kesehatan hingga ekonomi.

Berikut adalah rincian layanan dan bantuan yang disalurkan untuk keluarga Suratmi:

Instansi / LembagaJenis Bantuan & Layanan
Dinas Kesehatan (Puskesmas)Layanan Home Care rutin dan cek kesehatan gratis secara berkala di rumah.
Baznas Kota YogyakartaAsesmen modal usaha dan bantuan pendidikan untuk cucu perempuan Suratmi.
Dinas Pertanian & PanganPenyaluran bantuan pangan melalui program Food Bank Lumbung Mataraman.
DinsosnakertransPendampingan sosial dan integrasi bantuan logistik (sembako).

Staf Ahli Bidang Administrasi Umum Pemkot Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan perintah langsung dari Wali Kota. Program Open House yang digelar setiap Rabu pagi terbukti efektif menjaring warga rentan yang selama ini belum tersentuh layanan pemerintah.

"Ini bukan bantuan sekali putus. Puskesmas akan rutin melakukan kunjungan home care sesuai wilayah kerja. Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sosial dirasakan seluruh warga tanpa terkecuali," tegas Wahyu.

Bagi Suratmi, perhatian pemerintah daerah adalah mukjizat kecil yang meringankan beban hidupnya setelah kehilangan ketiga anaknya yang telah lebih dulu berpulang.

"Sangat senang diperhatikan Bapak Wali Kota dan langsung direspons. Saya tambah senang kalau nanti lansia-lansia diperhatikan seperti saya," ucap Suratmi penuh haru saat ditemui di rumahnya, Senin (9/2/2026).

Kini, dengan dukungan modal usaha dan jaminan kesehatan bagi suaminya, Suratmi memiliki harapan baru: melihat cucu perempuannya lulus sekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.

Reporter: Redaksi
Back to top