YOGYAKARTA - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya kesiapan lulusan perguruan tinggi sebagai pilar sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Kesiapan ini menjadi modal utama dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.
Kepala LLDikti Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, dalam pidatonya pada wisuda sarjana dan pascasarjana Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), menyampaikan bahwa gelar yang diraih merupakan amanah untuk menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat. Menurutnya, lulusan baru harus memiliki keyakinan untuk terus belajar lebih cepat dan efisien di tengah dinamika global.
"Hari ini anda menjadi seorang sarjana atau pascasarjana dengan gelarnya masing-masing yang siap untuk jadi bagian SDM yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," ujar Prof. Setyabudi di hadapan para wisudawan di Yogyakarta, Kamis (30/4/2026). Ia menekankan bahwa momentum wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual yang lebih besar di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Prof. Setyabudi menyoroti tantangan nyata di era modern, salah satunya adalah fenomena hustle culture. Kondisi ini menuntut individu untuk terus kompetitif, bahkan bersaing dengan diri sendiri. Lulusan perguruan tinggi diharapkan tetap mampu menonjol (stand out) dan adaptif terhadap disrupsi teknologi tanpa harus kehilangan identitas diri mereka sebagai bangsa Indonesia.
"Kalian ditunggu untuk naik level, mengintegrasikan digital diplomacy dengan etika kerja yang kuat untuk menjawab tantangan dalam industri yang semakin kompleks," tegasnya. Ia meminta para wisudawan menjadikan gelar akademik sebagai titik awal (starting point) untuk menjadi penggerak perubahan (game changer) yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
Pada periode wisuda kali ini, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) resmi meluluskan sebanyak 822 wisudawan. Jumlah tersebut terdiri dari 807 lulusan program sarjana (S1) dan 15 lulusan program magister (S2). Kehadiran ratusan lulusan baru ini menambah daftar panjang kontribusi UMBY dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Rektor UMBY, Agus Slamet, mengungkapkan bahwa sejak pertama kali berdiri dengan nama Universitas Wangsamanggala, kampus ini telah berhasil mencetak total 25.305 alumni. Puluhan ribu lulusan tersebut kini telah tersebar dan berkontribusi di berbagai sektor lapangan kerja di seluruh penjuru tanah air.
"Jangan pernah berhenti belajar, karena sumber belajar tidak hanya berasal dari kampus, tetapi juga dari berbagai persoalan, tantangan, dan lingkungan sekitar yang menjadi bekal untuk meraih kesuksesan di masa depan," pesan Agus Slamet kepada para wisudawan. Ia mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh harus terus dikembangkan agar tetap relevan dengan tuntutan zaman.
Rektor juga menekankan bahwa gelar akademik yang disandang para lulusan membawa tanggung jawab moral yang besar. Para wisudawan diharapkan menjadi pribadi yang memegang prinsip ilmu amaliah dan beramal ilmiah. Artinya, setiap tindakan yang diambil harus senantiasa didasarkan pada ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi orang banyak.
Dalam menghadapi era Revolusi Industri 5.0, Agus mendorong alumni UMBY untuk terus mengasah kemampuan dan mengembangkan wawasan. Dinamika perkembangan zaman yang begitu masif menuntut fleksibilitas dan ketajaman analisis dari setiap individu agar tidak tergilas oleh perubahan teknologi yang semakin dominan.
"Selamat berkarya bagi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Jadilah alumni yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara," pungkasnya di akhir sambutan. Upacara wisuda ini menjadi simbol kesiapan UMBY dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat kualitas SDM nasional melalui institusi pendidikan tinggi di wilayah DIY.
Ke depan, para lulusan ini diharapkan mampu mengisi posisi-posisi strategis di berbagai sektor industri dan pemerintahan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan digital yang menjadi fokus pengembangan nasional dalam beberapa dekade mendatang.