Santi, siswi kelas 8G MTsN 4 Bantul, menunjukkan kemampuannya mengolah sastra Jawa dalam ajang Artastis#2 Art Student Exhibition and Journalistic Award. Kompetisi yang berlangsung di MAN 3 Sleman tersebut mempertemukan puluhan bakat muda dari berbagai sekolah menengah pertama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Kemenangan Santi diraih berkat penampilan yang memadukan teknik vokal mumpuni dan ekspresi yang kuat. Di hadapan dewan juri, ia membawakan geguritan dengan penghayatan mendalam, menonjolkan aspek estetika serta pesan moral yang terkandung dalam karya sastra tersebut. Kemampuan olah rasa ini menjadi poin krusial yang membedakannya dengan peserta lain.
Ajang Artastis#2 sendiri dirancang bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan panggung ekspresi bagi siswa untuk mencintai kembali akar budaya lokal. Melalui geguritan, para pelajar ditantang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan Jawa yang mulai jarang diminati generasi z di tengah gempuran tren modern.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, menyatakan rasa bangganya terhadap capaian yang diraih salah satu anak didiknya tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan buah dari sinergi yang baik antara bakat siswa, pola bimbingan intensif dari guru, serta dukungan penuh dari lingkungan madrasah.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh Santi. Ini adalah hasil dari kerja keras siswa, bimbingan guru, serta dukungan dari madrasah. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan melestarikan budaya bangsa,” ungkap Sugeng Muhari saat memberikan keterangan resminya.
Di balik kesuksesan di panggung, terdapat proses latihan yang konsisten di bawah arahan guru pembimbing Bahasa Jawa. Wijiyati, selaku pendamping, mengungkapkan rasa syukurnya atas dedikasi yang ditunjukkan Santi selama masa persiapan lomba. Ia menilai kedisiplinan menjadi faktor kunci keberhasilan ini.
“Saya sangat bangga dengan usaha dan semangat Santi selama proses latihan. Santi menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Harapan saya, prestasi ini tidak membuat cepat puas, tetapi justru menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang sastra Jawa dan menginspirasi teman-temannya,” tutur Wijiyati.
Pihak madrasah berharap raihan juara ini menjadi pemantik bagi munculnya bakat-bakat baru di bidang seni dan budaya. MTsN 4 Bantul berkomitmen untuk terus memfasilitasi minat siswa, baik di jalur akademik maupun non-akademik, guna mencetak generasi yang unggul namun tetap memegang teguh identitas budaya lokal.