SLEMAN — Laga final kasta kedua sepak bola Indonesia yang mempertemukan Garudayaksa FC melawan PSS Sleman berakhir dengan skor 4-3 melalui babak adu penalti. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga waktu tambahan usai, sebelum akhirnya skuat asuhan Widodo Cahyono Putro memastikan gelar juara di hadapan publik Sleman.
Kemenangan Garudayaksa ini sekaligus menutup rangkaian kompetisi musim 2025/2026. Operator kompetisi, I.League, langsung menyerahkan trofi juara beserta sejumlah penghargaan individu bagi para pemain dan pelatih yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa selama satu musim penuh.
Penghargaan pemain terbaik musim ini jatuh kepada striker andalan PSS Sleman, Gustavo Tocantins. Penyerang asal Brasil tersebut menjadi sosok kunci di balik keberhasilan tim berjuluk Super Elang Jawa melangkah hingga partai puncak dan mengamankan tiket promosi.
Statistik mencatat Tocantins mengoleksi 24 gol dan 10 assists sepanjang musim. Selain produktivitasnya di depan gawang, ia dikenal sebagai pemimpin di lapangan yang rajin menjemput bola untuk menghidupkan dinamika serangan tim dari lini tengah.
Ketenangan dan mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan pemain bernomor punggung sembilan ini seringkali menjadi pembeda dalam momen-momen krusial, terutama saat PSS menghadapi tekanan besar di fase gugur.
Selain Garudayaksa FC dan PSS Sleman, satu tiket promosi tersisa berhasil diamankan oleh Adhyaksa FC Banten. Kepastian ini didapat setelah tim asuhan Ade Suhendra tersebut memenangkan laga play-off melawan Persipura Jayapura sehari sebelum partai final digelar.
Keberhasilan Adhyaksa FC tergolong mengejutkan mengingat mereka tidak terlalu difavoritkan pada awal musim. Namun, konsistensi permainan yang ditunjukkan skuat ini mampu menyingkirkan tim-tim besar yang lebih berpengalaman di kasta kedua.
Persipura Jayapura sendiri, meski gagal promosi, tidak pulang dengan tangan hampa. Tim Mutiara Hitam dianugerahi penghargaan tim fair play karena catatan disiplin yang baik, dengan hanya mengantongi 50 kartu kuning dan tiga kartu merah sepanjang kompetisi.
Pelatih Adhyaksa FC, Ade Suhendra, terpilih sebagai pelatih terbaik setelah membawa timnya tampil konsisten hingga menembus kasta tertinggi. Keberhasilan ini dilengkapi dengan gelar pencetak gol terbanyak yang diraih penyerang mereka, Adilson Silva.
Striker asal Portugal tersebut mencetak total 26 gol dari 27 pertandingan. Kontribusi Adilson sangat vital bagi klub asal Banten tersebut, di mana ia tercatat menyumbang hampir 40 persen dari keseluruhan total gol tim musim ini.
Sementara itu, penghargaan pemain muda terbaik diberikan kepada penjaga gawang FC Bekasi City, Ikram Al Giffari. Mantan penggawa Timnas U-20 Indonesia ini mencatatkan statistik impresif dengan menyelamatkan 85 persen dari 98 tendangan tepat sasaran yang dihadapinya.
Ikram juga mengoleksi tujuh catatan clean sheet dari 20 pertandingan. Performa gemilangnya di bawah mistar gawang membantu FC Bekasi City menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua di Grup A dengan hanya kebobolan 27 gol.