YOGYAKARTA — Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja memproyeksikan adanya penurunan volume perdagangan sapi kurban pada musim haji tahun ini. Kenaikan harga hewan ternak yang signifikan di tingkat peternak menjadi faktor utama yang membayangi lesunya pasar kurban di wilayah perkotaan.
Penyebab Utama Penurunan Minat Beli Masyarakat
Kenaikan harga sapi di pasaran saat ini dinilai sudah melampaui batas normal kenaikan tahunan. Lonjakan harga ini terjadi akibat rantai distribusi dan biaya perawatan ternak yang meningkat, sehingga harga jual di tingkat pedagang kota turut terkerek naik.
Pihak DPP Kota Jogja menyebut situasi tersebut berdampak langsung pada proyeksi jumlah transaksi di kantong-kantong penjualan hewan kurban. Masyarakat kini cenderung lebih berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran kurban mereka karena selisih harga yang cukup mencolok dibandingkan tahun lalu.
Penurunan ini diperkirakan tidak hanya terjadi pada pasar sapi besar, tetapi juga menyasar segmen sapi kelas menengah yang biasanya paling banyak dicari warga perkotaan. Pedagang musiman di pinggir jalan diprediksi akan mengurangi stok kiriman untuk menghindari risiko kerugian akibat barang yang tidak laku.
Upaya Pengawasan di Tengah Lesunya Pasar
Meski angka penjualan diprediksi melandai, pengawasan terhadap kualitas hewan kurban tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. DPP Kota Jogja memastikan bahwa setiap sapi yang masuk ke wilayah kota harus melewati prosedur pemeriksaan kesehatan yang ketat untuk menjamin keamanan konsumen.
Langkah antisipasi dilakukan dengan memperketat surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal ternak. Hal ini bertujuan agar sapi yang dijual di Kota Jogja tetap memenuhi standar kelayakan konsumsi, meskipun jumlah transaksinya mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.
Petugas lapangan akan dikerahkan lebih awal untuk memantau titik-titik penjualan hewan kurban guna memastikan stabilitas harga tidak semakin liar. Pemantauan ini juga mencakup ketersediaan hewan alternatif seperti kambing atau domba yang mungkin menjadi pilihan warga saat harga sapi sulit dijangkau.