WONOSARI — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) mulai melakukan langkah antisipasi dini terhadap ancaman kekeringan ekstrem. Fokus utama otoritas pertanian saat ini adalah mengamankan produksi gabah dari lahan persawahan yang sedang memasuki masa tanam kedua (MT II).
Langkah ini diambil menyusul adanya peringatan dini mengenai potensi kemarau panjang yang diprediksi melanda Indonesia dua tahun mendatang. Pemkab berupaya memastikan ketersediaan pangan tetap stabil meski tantangan iklim kian nyata membayangi sektor pertanian lokal.
DPP Gunungkidul mengonfirmasi bahwa kondisi pertanaman di berbagai wilayah hingga saat ini masih menunjukkan tren positif. Petugas penyuluh lapangan dikerahkan untuk memastikan pasokan air mencukupi hingga masa panen tiba, terutama di kawasan yang secara geografis rawan kekeringan.
Pemantauan dilakukan secara berkala pada setiap klaster persawahan di 18 kapanewon yang tersebar di Gunungkidul. Fokus pengawasan meliputi ketersediaan debit air dari sumber-sumber irigasi maupun sumur bor yang dikelola oleh kelompok tani (poktan) setempat.
Hingga memasuki pertengahan tahun ini, kondisi tanaman padi pada MT II dilaporkan tumbuh dengan baik. Pemerintah daerah optimistis target produksi padi tahunan tidak akan terganggu secara signifikan oleh perubahan pola musim yang mulai terasa di beberapa titik.
Prediksi mengenai kemarau panjang tahun 2026 menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun skema distribusi air yang lebih efisien sejak dini. DPP menekankan pentingnya manajemen pola tanam agar para petani di Bumi Handayani tidak mengalami kerugian akibat kekurangan air di tengah jalan.
Selain pengawasan teknis, Pemkab juga mulai memetakan kebutuhan bantuan sarana prasarana pendukung bagi kelompok tani. Penguatan infrastruktur air dan edukasi mengenai varietas padi tahan kekeringan menjadi prioritas untuk memperkuat daya tahan sektor pertanian lokal.
Upaya mitigasi ini diharapkan mampu meminimalisir dampak ekonomi bagi masyarakat perdesaan yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor agraris. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi petani guna memastikan ketahanan pangan di Gunungkidul tetap terjaga dalam jangka panjang.