GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul resmi memberlakukan sistem pembayaran retribusi wisata secara digital di pintu masuk utama kawasan pantai. Kebijakan nontunai penuh ini akan mulai diimplementasikan di TPR Baron sebagai langkah awal modernisasi layanan pariwisata di daerah tersebut.
Peralihan sistem ini bertujuan untuk memastikan setiap rupiah yang dibayarkan wisatawan masuk secara akurat ke kas daerah. Selain itu, penggunaan teknologi pembayaran elektronik diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di gerbang masuk saat musim liburan.
Penerapan transaksi elektronik di TPR Baron merupakan strategi Pemkab Gunungkidul dalam menekan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan sistem nontunai, seluruh data transaksi terekam secara real-time dan transparan sehingga meminimalkan risiko kesalahan pencatatan manual.
Selain faktor akuntabilitas, kecepatan layanan menjadi alasan utama perubahan metode pembayaran ini. Petugas di lapangan dapat memproses tiket dengan lebih praktis dibandingkan metode konvensional yang memerlukan waktu untuk penghitungan uang kembalian.
Pemerintah daerah berharap efisiensi di pintu masuk ini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan. Hal ini menjadi krusial mengingat TPR Baron merupakan salah satu titik dengan volume kendaraan tertinggi di Gunungkidul, terutama pada akhir pekan dan hari besar.
Guna mendukung kelancaran transisi ini, pemerintah telah menyiapkan skema khusus bagi pengunjung yang belum memiliki instrumen pembayaran digital. Wisatawan yang belum menyiapkan pembayaran nontunai akan difasilitasi dengan penyediaan kartu e-money di lokasi.
Langkah penyediaan kartu di gerbang masuk ini diambil agar tidak ada wisatawan yang terhambat perjalanannya akibat belum memiliki kartu elektronik. Petugas akan disiagakan untuk membantu wisatawan dalam melakukan proses pembayaran hingga transaksi dinyatakan berhasil.
Penerapan sistem di TPR Baron ini akan menjadi percontohan bagi titik pemungutan retribusi lainnya di Gunungkidul. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan sistem berjalan stabil sebelum nantinya diterapkan secara lebih luas di berbagai destinasi wisata unggulan lainnya.