JOGJA — Potensi hujan lokal di Sleman dan Kulonprogo dipicu oleh tingginya tingkat kelembapan udara yang berada di kisaran 62 persen hingga 99 persen. Kombinasi suhu udara yang mencapai 22 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman atau "sumuk" bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Para pengendara motor yang melintas menuju Sleman atau Kulonprogo diminta meningkatkan kewaspadaan. Kondisi aspal cenderung licin seusai diguyur hujan ringan, terutama di jalur-jalur padat kendaraan yang rawan tergelincir.
Selain menyiapkan perlengkapan hujan, warga juga disarankan menjaga kecukupan asupan cairan tubuh. Cuaca yang tidak menentu dan kelembapan sangat tinggi di wilayah Bantul dan Gunungkidul juga dapat memengaruhi kondisi fisik seseorang jika tidak diimbangi dengan pola istirahat yang cukup.
Sepanjang hari ini, langit di sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan didominasi oleh awan tebal. Namun, potensi hujan lokal tetap perlu diantisipasi oleh masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka maupun pengguna jalan.
Berikut rincian prakiraan cuaca di lima kabupaten/kota wilayah DIY untuk hari ini:
Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca secara real-time melalui aplikasi atau kanal resmi milik BMKG. Dengan mengetahui prakiraan terkini, warga diharapkan dapat merencanakan waktu perjalanan dengan lebih aman dan menghindari risiko yang tidak diinginkan di jalan raya.
Informasi cuaca ini menjadi pengingat penting bagi warga DIY, khususnya yang tinggal atau bekerja di Sleman dan Kulonprogo, untuk selalu siap siaga menghadapi perubahan cuaca yang fluktuatif selama musim pancaroba.