YOGYAKARTA — Warga Sleman yang berencana bepergian atau beribadah pada libur Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (14/5/2026), disarankan menyiapkan payung atau jas hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ringan akan turun di wilayah Kabupaten Sleman pada siang hingga sore hari.
Kondisi ini kontras dengan empat daerah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul diprakirakan cerah hingga berawan sepanjang hari tanpa potensi hujan.
BMKG mencatat suhu udara di seluruh wilayah DIY berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan cukup tinggi, mencapai 99 persen di beberapa daerah seperti Bantul dan Gunungkidul.
Kombinasi suhu panas dan kelembapan tinggi ini membuat cuaca terasa lebih gerah, terutama saat siang hari. Warga diimbau memperbanyak minum air putih dan menghindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama.
BMKG tidak merinci penyebab spesifik perbedaan cuaca ini. Namun, secara umum pola cuaca di lereng Gunung Merapi seringkali berbeda dengan wilayah perkotaan atau pesisir. Kondisi topografi Sleman yang berada di dataran tinggi memicu pembentukan awan hujan lebih cepat saat siang hari.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama di kawasan wisata lereng Merapi seperti Kaliurang atau Pakem, diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
BMKG mengimbau warga yang bepergian selama libur panjang memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala. Bagi yang melintas di Sleman, sedia payung atau jas hujan di dalam kendaraan. Sementara bagi yang berada di Kota Yogyakarta atau Bantul, pastikan tubuh tetap terhidrasi karena suhu siang hari diprediksi cukup terik.