GUNUNGKIDUL — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul menyoroti perlunya perlindungan menyeluruh bagi petani di wilayah tersebut. Dorongan ini muncul bukan tanpa alasan; sektor pertanian disebut masih menghadapi kerentanan tinggi, terutama saat musim tanam tiba.
Menurut DPRD, persoalan petani tidak lagi sederhana. Risiko gagal panen akibat perubahan cuaca ekstrem dan serangan hama masih menjadi momok utama. Di sisi lain, jaminan usaha tani dinilai belum berjalan optimal, membuat petani enggan mengembangkan lahan mereka.
“Kami mendorong perlindungan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga jaminan keberlangsungan usaha tani,” ujar salah satu anggota DPRD Gunungkidul dalam pernyataan yang diterima pekan lalu.
Selama ini, bantuan yang kerap diterima petani lebih banyak bersifat fisik seperti bibit dan pupuk. Namun, DPRD menilai hal itu belum cukup. Yang lebih mendesak, kata mereka, adalah kepastian pasar dan asuransi pertanian yang bisa diakses petani kecil.
Tanpa jaminan itu, petani enggan meminjam modal ke bank atau memperluas lahan tanam. Akibatnya, produktivitas pertanian di Gunungkidul cenderung stagnan meski wilayah ini dikenal sebagai lumbung pangan DIY.
Gunungkidul memiliki karakteristik lahan pertanian tadah hujan yang sangat bergantung pada musim. Ketika kemarau panjang datang, petani praktis tidak bisa bercocok tanam. DPRD mendorong pemerintah daerah menyusun skema perlindungan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif.
“Petani harus punya jaminan usaha. Kalau mereka rugi, siapa yang menanggung? Jangan sampai petani justru terjerat utang karena gagal panen,” tambah anggota dewan tersebut.
DPRD berharap Pemkab Gunungkidul segera merumuskan regulasi yang memperkuat posisi tawar petani. Beberapa hal yang disorot antara lain kemudahan akses kredit usaha tani, perluasan asuransi pertanian, serta keterlibatan perusahaan daerah dalam menyerap hasil panen.
Langkah ini dinilai penting agar sektor pertanian tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Gunungkidul secara berkelanjutan.