Bos Microsoft dan Google Sebut Strategi AI Microsoft Gagal, Adopsi Copilot Cuma 3,3 Persen

Penulis: Indra Firmansyah  •  Senin, 18 Mei 2026 | 04:41:06 WIB
Mat Velloso menilai strategi AI Microsoft belum berhasil menggaet pengguna secara signifikan.

DI YOGYAKARTA — Mat Velloso, mantan Wakil Presiden Produk untuk Developer Platform di Meta dan pemimpin produk AI developer di Google DeepMind, menyebut Microsoft telah "kehilangan gelombang AI." Kritik pedas ini muncul di saat Microsoft justru gencar mengintegrasikan Copilot ke Windows 11, Microsoft 365, dan GitHub. Velloso sendiri menghabiskan lebih dari 12 tahun di Microsoft, termasuk empat tahun sebagai Penasihat Teknis CEO Satya Nadella.

Adopsi Copilot Berbayar: 3,3% dari 450 Juta Pengguna

Data yang diungkap Velloso menunjukkan kesenjangan besar antara investasi dan hasil. Dari basis 450 juta pengguna Microsoft 365, hanya sekitar 15 juta akun yang mengaktifkan langganan Copilot berbayar. Artinya, 96,7% pengguna menolak fitur AI premium tersebut.

"Kurang dari 3% pengguna berbayar yang aktif menggunakan Copilot, meskipun Microsoft sudah menempatkannya langsung di taskbar Windows 11 dan di seluruh suite Office," kata Velloso, seperti dilaporkan Windows Latest. Angka ini menjadi kontras dengan perkiraan belanja AI Microsoft yang mencapai 37,5 miliar dolar AS per kuartal.

NPU di Laptop Baru: Investasi Tanpa Guna?

Selain software, Velloso juga menyoroti kegagalan strategi hardware AI Microsoft. Selama setahun terakhir, raksasa software itu mendorong produsen laptop (OEM) untuk menyematkan Neural Processing Unit (NPU) di produk terbaru demi menjalankan fitur AI Windows 11.

Namun menurut Velloso, investasi OEM untuk NPU tidak membuahkan hasil. "Tidak ada satu pun kasus penggunaan berharga yang dibangun untuk NPU di Windows atau Office," ujarnya. Alhasil, fitur AI di laptop baru dianggap tidak relevan oleh konsumen.

GitHub Bermasalah, Keandalan Drop di Bawah 90%

Platform pengembangan kode GitHub yang menjadi andalan Microsoft juga mengalami tekanan. Velloso menyebut Service Level Agreement (SLA) atau jaminan keandalan layanan GitHub turun di bawah 90%. Ditambah dengan meningkatnya biaya pokok penjualan (COGS), tekanan dari pemegang saham pun mulai terasa.

Kondisi ini memaksa Microsoft melakukan perubahan sikap drastis. Dalam beberapa bulan terakhir, divisi Windows dan Xbox tiba-tiba lebih responsif terhadap masukan pengguna — sesuatu yang sebelumnya jarang terjadi.

Eksodus Eksekutif: Dari Hit Refresh ke Factory Reset

Tekanan internal juga terlihat dari gelombang pengunduran diri petinggi Microsoft. Yang terbaru, Julia Liuson, kepala Developer Division (DevDiv) yang dihormati, mengundurkan diri setelah 34 tahun berkarier di perusahaan.

Mengomentari kepergian Liuson, Velloso menulis, "Sepertinya Microsoft baru saja beralih dari 'hit refresh' ke 'hit factory reset'." Ia juga mendaftarkan sederet nama eksekutif lain yang hengkang atau dipindahkan dalam waktu berdekatan.

Fakta Singkat: Kinerja AI Microsoft

  • Adopsi Copilot: 15 juta dari 450 juta pengguna Microsoft 365 — rasio 3,3%.
  • Investasi AI: Estimasi 37,5 miliar dolar AS per kuartal.
  • Bing vs Google: Meski menjadi taruhan AI terbesar Microsoft, Bing gagal merebut satu poin persen pun pangsa pasar pencarian dari Google.
  • Keandalan GitHub: SLA turun di bawah 90%.
  • Eksodus Petinggi: Termasuk Julia Liuson (DevDiv) setelah 34 tahun.

Kritik dari mantan eksekutif sekelas Velloso menjadi sinyal bahwa strategi AI Microsoft yang agresif belum berjalan mulus. Bagi pengguna Indonesia yang sedang mempertimbangkan laptop Windows 11 dengan fitur Copilot atau NPU, data ini bisa menjadi pertimbangan sebelum memutuskan membeli.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: windowslatest.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top