DI YOGYAKARTA — Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia Antam yang diperbarui pukul 08.30 WIB, harga dasar emas produksi PT Aneka Tambang Tbk ini naik dari posisi sebelumnya Rp2,764 juta per gram. Kenaikan Rp25.000 juga terjadi pada sisi pembelian kembali (buyback) yang kini berada di angka Rp2,594 juta per gram.
Selisih Rp195.000 antara harga jual dan buyback menjadi perhatian bagi investor yang berniat mengambil untung jangka pendek. Semakin lebar gap ini, semakin besar potensi kerugian jika emas dijual kembali tak lama setelah pembelian.
Tak hanya Antam, harga emas BSI Gold ukuran 1 gram juga bergerak naik ke level Rp2,681 juta per gram. Harga buyback BSI Gold hari ini dipatok Rp2,551 juta per gram, lebih rendah Rp130.000 dari harga jualnya.
Namun, pola berbeda terlihat di Pegadaian. Harga emas Galeri24 ukuran 1 gram justru turun Rp8.000 menjadi Rp2,756 juta per gram. Sementara emas UBS di Pegadaian juga melemah Rp5.000 ke posisi Rp2,788 juta per gram.
Perbedaan pergerakan harga antar produk ini bukanlah hal aneh. Tiap merek emas memiliki produsen, standar cetakan, hingga jalur distribusi yang berbeda, sehingga struktur biaya dan marginnya pun tak seragam.
Bagi investor ritel yang membeli emas sebagai aset lindung nilai, selisih antara harga jual dan buyback adalah biaya tersembunyi. Semakin besar gap, semakin lama waktu yang dibutuhkan agar investasi emas fisik impas saat dijual kembali.
Dengan selisih Rp195.000 per gram atau sekitar 7% dari harga jual, investor perlu melihat kenaikan harga yang cukup signifikan sebelum benar-benar menikmati keuntungan. Ini menjadi pertimbangan penting saat memutuskan membeli emas batangan versus instrumen investasi lain seperti reksa dana atau saham.