DI YOGYAKARTA — Gedung berlantai sembilan di kawasan komersial Angeles City, sekitar 80 kilometer di utara Manila, roboh pada Minggu dini hari. Belasan orang dilaporkan masih terjebak di dalam bangunan yang hancur. Otoritas setempat belum merilis angka resmi korban, namun evakuasi dilakukan secara intensif sejak pagi.
Tim penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Filipina (NDRRMC) dan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Proses pencarian korban terkendala kondisi reruntuhan yang labil. Alat berat dikerahkan untuk membuka akses ke titik-titik yang diduga masih ada korban terjebak.
“Kami masih fokus pada upaya penyelamatan. Tim sedang bekerja untuk menjangkau mereka yang masih tertimbun,” ujar juru bicara kepolisian setempat dalam keterangan pers. Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab ambruknya gedung tersebut.
Penyebab runtuhnya gedung masih dalam penyelidikan. Otoritas Filipina membuka kemungkinan adanya pelanggaran struktur bangunan atau faktor teknis lainnya. Bangunan tersebut dikenal sebagai pusat perkantoran dan ritel di kawasan itu.
Angeles City merupakan kota di provinsi Pampanga yang cukup padat. Insiden ini menjadi perhatian nasional di Filipina, mengingat standar keselamatan bangunan kerap menjadi sorotan setelah sejumlah gempa besar melanda negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah kota Angeles telah menutup akses jalan di sekitar lokasi reruntuhan. Warga diimbau menjauh dari area tersebut. Pihak berwenang juga mulai mendata penghuni dan pekerja gedung untuk memastikan jumlah pasti korban.
Belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam insiden ini. Kedutaan Besar RI di Manila masih terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas Filipina.