Prabowo Sebut NU Tak Pernah Kalah, Isi Banyak Posisi di Kabinet Merah Putih

Penulis: Indra Firmansyah  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 17:39:01 WIB
Presiden Prabowo menyatakan NU memegang banyak posisi strategis dalam Kabinet Merah Putih.

DI YOGYAKARTA — “Ini Kabinet Merah Putih ini banyak sekali NU-nya, ya. NU memang hebat. Selalu berada di mana-mana. Semua partai NU hadir. Jadi, NU nggak pernah kalah,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, seperti dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden.

Kedekatan Emosional Sejak Kecil dengan Keluarga Gus Dur

Presiden menceritakan hubungan personalnya dengan warga Nahdliyin yang terbangun sejak masa kecil. Ia pernah bertetangga dengan keluarga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jakarta. Selain itu, Prabowo mengungkapkan bahwa eyang putrinya juga merupakan bagian dari keluarga besar NU.

“Kalau belajar politik sebetulnya harus dari NU,” ujar Prabowo. Menurut dia, struktur kepengurusan NU dari pusat hingga akar rumput memiliki pemahaman politik yang sangat matang dan layak menjadi tempat belajar bagi tokoh bangsa.

NU sebagai Pilar Penstabil di Masa Sulit Bangsa

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa organisasi bentukan para kiai ini selalu tampil sebagai faktor penstabil ketika Indonesia menghadapi masa-masa sulit. Ia menyebut NU memiliki jiwa nasionalis dan patriotik yang sudah terbukti sejak sebelum kemerdekaan.

“Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara,” kata Prabowo.

Delapan Menteri dan Pejabat Tinggi Negara Hadir di Bangkalan

Sejumlah pejabat tinggi negara turut mendampingi Presiden dalam acara penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU tersebut. Dari jajaran menteri, hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Selain itu, hadir pula Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan kuatnya hubungan antara pemerintah pusat dan struktur organisasi NU.

Pujian di Tengah Dinamika Politik Nasional

Pernyataan Presiden Prabowo soal dominasi kader NU di kabinetnya muncul di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak. Sejak dilantik pada Oktober 2024, komposisi Kabinet Merah Putih memang diwarnai oleh figur-figur yang memiliki latar belakang organisasi keagamaan, khususnya dari kalangan Nahdliyin.

Pengamat politik menilai pernyataan Prabowo ini sekaligus menjadi sinyal penguatan hubungan antara eksekutif dan basis massa Islam tradisional terbesar di Indonesia. NU sendiri diketahui memiliki struktur hingga ke tingkat desa dan menjadi salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan dalam setiap kontestasi elektoral.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: jatim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top