YOGYAKARTA — Tiket kereta api ekonomi bersubsidi dari Yogyakarta menuju Banyuwangi masih bertahan di angka Rp 94.000 per orang. KA Sri Tanjing menjadi satu-satunya kereta di kelas tersebut yang melayani rute Stasiun Lempuyangan–Stasiun Ketapang secara reguler setiap hari.
Tarif ini merupakan hasil subsidi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dalam skema Public Service Obligation (PSO). Dengan subsidi itu, penumpang tetap mendapat layanan perjalanan antarkota tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
Selisih harga antara KA Sri Tanjung dengan kereta lain di rute yang sama cukup mencolok. Sebagai gambaran, KA Logawa untuk rute Lempuyangan–Ketapang dibanderol Rp 320.000 untuk kelas ekonomi dan Rp 570.000 untuk kelas eksekutif.
Sementara KA Wijayakusuma rute Yogyakarta–Ketapang memiliki tarif mulai Rp 370.000 (ekonomi) hingga Rp 550.000 (eksekutif). Artinya, penumpang bisa menghemat hingga Rp 276.000 per tiket jika memilih KA Sri Tanjung.
Berdasarkan informasi resmi PT KAI, KA Sri Tanjung berangkat dari Stasiun Lempuyangan setiap hari pukul 07.00 WIB. Perjalanan menuju Stasiun Ketapang di Banyuwangi memakan waktu hingga malam hari.
Bagi calon penumpang yang ingin memesan tiket, pembelian bisa dilakukan melalui aplikasi KAI Access, situs resmi KAI, atau loket stasiun. Mengingat tarif yang sangat terjangkau, tiket kereta ini kerap habis jauh-jauh hari, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
KA Sri Tanjung menjadi pilihan utama bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya yang ingin bepergian ke Banyuwangi dengan anggaran terbatas. Dengan selisih harga yang mencapai ratusan ribu rupiah dibanding kereta komersial, kereta ini tetap menjadi moda transportasi paling ekonomis untuk lintas provinsi menuju ujung timur Jawa.