GUNUNGKIDUL — Jalan cor beton sepanjang 300 meter itu melintasi permukiman warga di Kalurahan Bleberan. Proyek ini dikerjakan melalui Program Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) yang bersumber dari Pokir DPRD DIY. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY menjadi mitra pelaksana di lapangan.
"Ini bukan uang saya, tetapi uang masyarakat. Kami sebagai wakil rakyat hanya memperjuangkan agar anggaran itu kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang bermanfaat," kata Nuryadi di Yogyakarta, Sabtu.
Menurutnya, program ini merupakan sinergi DPRD dan pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur pedesaan sekaligus meningkatkan aksesibilitas warga. Jalan beton tersebut mempermudah mobilitas warga Bleberan, terutama saat musim hujan yang sebelumnya sering becek.
Nuryadi mengungkapkan masih ada sekitar 400 meter ruas jalan yang belum tersambung. Pemerintah kalurahan dan padukuhan diminta segera menyiapkan proposal pembangunan lanjutan.
"Silakan proposalnya disiapkan. Kami akan berupaya memasukkannya dalam pembahasan anggaran tahun 2027 agar dapat direalisasikan sesuai kemampuan keuangan daerah," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Nuryadi menilai masyarakat Bleberan telah menunjukkan kedewasaan berdemokrasi. Mereka memilih wakil rakyat berdasarkan rekam jejak dan kinerja, bukan karena politik uang.
"Saya melihat kesadaran politik masyarakat sangat tinggi. Mereka memilih wakil rakyat karena ingin mendapatkan pemimpin yang bekerja, bukan karena praktik 'money politics'. Ini merupakan modal penting bagi kemajuan daerah," katanya.
Ia menegaskan peningkatan kualitas demokrasi harus diimbangi tanggung jawab wakil rakyat dalam memperjuangkan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. "Kalau masyarakat sudah memberikan kepercayaan secara sehat, maka kami juga harus membalasnya dengan bekerja sungguh-sungguh," pungkas Nuryadi.