YOGYAKARTA — Jogja Fashion Week (JFW) 2026 kembali digelar sebagai wahana transaksi sekaligus pembinaan ekosistem industri busana berkelanjutan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menargetkan ajang yang berlangsung 13—16 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC) ini mampu meregenerasi desainer senior dengan menjaring bakat-bakat baru dari jenjang pendidikan menengah hingga kampus.
Kepala Disperindag DIY Anton Raharja menyebut JFW 2026 menjadi momentum strategis untuk menyebarluaskan informasi yang mendidik bagi kemajuan industri perindustrian dan perdagangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. "Event tahunan istimewa ini diharapkan dapat memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Jogja maupun luar Jogja," ujarnya di Yogyakarta, Rabu.
Upaya regenerasi itu diwujudkan lewat keterlibatan 44 SMK se-DIY dalam rangkaian kegiatan seperti young talent show dan seminar industri busana. Disperindag juga kembali menggelar Jogja Young Fashion Designer Competition yang telah menyaring 20 finalis pada tahun kedua penyelenggaraannya.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag DIY Theresia Sumartini menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan industri fashion daerah. "Tugas kami selaku pemerintah melalui JFW adalah menguatkan ekosistem dari yang muda sampai yang senior. Kami ingin menumbuhkan desainer dan IKM fashion baru dari kalangan siswa SMK hingga mahasiswa agar kelak bisa meregenerasi para senior atau 'suhu' fashion di Jogja," kata Theresia.
Penyegaran acara tahun ini terlihat dari penambahan sesi peragaan busana. Project Manager sekaligus perwakilan Moremedia Indonesia Event Organizer JFW Aulia Sunhandhyka menjelaskan total ada 15 sesi fashion show, termasuk sesi khusus desainer SMK/mahasiswa dan kategori kids.
"Selain sesi reguler sore dan malam, ada sesi khusus untuk desainer SMK/mahasiswa, kategori kids, serta sesi perdana kolaborasi khusus dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Indonesian Fashion Chamber (IFC)," kata Aulia.
Di area pameran Hall B JEC, sebanyak 82 Industri Kecil Menengah (IKM) lokal DIY memamerkan produk dari klaster busana Muslim, batik, kriya, hingga busana olahraga. Khusus untuk klaster sportswear dan jersey, tahun ini mencatat pertumbuhan partisipasi paling mencolok dibanding edisi sebelumnya.
"Kalau tahun lalu kami masih mengalami kesulitan partisipasi di sportwear dan casual, tahun ini cukup bertambah banyak. Supplier jersey dan produk sportwear juga semakin banyak yang ikut," ujar Aulia. Ukuran booth yang tersedia bervariasi, mulai dari 3x3 meter, 3x6 meter, hingga 6x6 meter.
Selain pameran dan peragaan busana, JFW 2026 menghadirkan area Creative Corner di Hall C yang memfasilitasi kegiatan edukasi dan workshop hasil kerja sama dengan komunitas serta instansi terkait. Rangkaian acara ini sekaligus digelar untuk menyemarakkan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.