SLEMAN — Puluhan galon bekas air mineral yang biasanya menumpuk jadi sampah, kini berjejer rapi di Jamal Farm, Padukuhan Barak, Kalurahan Margoluwih, Seyegan. Di dalam setiap galon yang sudah dipotong itu, tumbuh subur tanaman nanas varietas Smooth Cayenne Filipina yang buahnya bisa mencapai bobot 2 hingga 5 kilogram.
Jamaludin Nur Ridho, pengelola Jamal Farm, mengatakan metode ini ia kembangkan sejak dua hingga tiga tahun terakhir setelah melalui serangkaian uji coba. Menurut dia, nanas jumbo cocok dikembangkan untuk pertanian perkotaan atau urban farming karena tidak membutuhkan lahan luas.
Dari hasil panennya, Jamal mengaku satu pohon nanas dalam galon bekas bisa menghasilkan buah rata-rata 2 kilogram. Dengan harga jual Rp 30 ribu per kilogram, satu galon bekas bisa menghasilkan pendapatan Rp 60 ribu.
"Alhamdulillah hasil panen di galon juga memuaskan. Hanya modal galon, tapi kalau jenis Smooth Cayenne Filipina bisa sampai 5 kilogram," ujar Jamal saat ditemui di Jamal Farm, Minggu (16/8/2026).
Jamal membagikan sejumlah tips bagi warga yang ingin mencoba metode serupa di rumah. Pertama, potong bagian lingkaran paling atas galon. Ia menekankan agar tidak banyak membuang bagian galon karena semakin tinggi media tanam, semakin banyak tanah yang bisa dimasukkan.
Kedua, lubangi bagian bawah galon untuk sirkulasi air. Hal ini penting agar air tidak menggenang dan membuat akar tanaman membusuk.
Ketiga, siapkan media tanam dengan campuran tiga bahan dengan perbandingan 1:1:1. Bahan tersebut adalah tanah subur, sekam bakar, dan pupuk organik dari kotoran kambing yang sudah difermentasi.
"Sekam lebih bagus kalau dibakar karena ada unsur fosfat dan kalium, itu yang membuat nanasnya besar dan manis. Kalau tidak ada tanah dari perakaran bambu, tanah biasa tidak apa-apa," jelasnya.
Lokasi penempatan galon juga menentukan hasil panen. Jamal menyarankan galon diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari penuh. Semakin panas tempatnya, semakin cepat pohon berbunga dan berbuah, serta buah yang dihasilkan lebih manis.
Pemupukan rutin juga wajib dilakukan sebulan sekali. Jamal menyarankan penggunaan pupuk NPK untuk pertumbuhan, MKP untuk memicu pembungaan, dan KCL agar buah manis dan berukuran jumbo. Cukup satu sendok pupuk untuk setiap galon.
Keberhasilan Jamal kini diikuti oleh warga sekitar. Awalnya hanya di Jamal Farm, kini warga Dusun Barak I dan Barak II mulai memanfaatkan galon bekas untuk budidaya nanas serupa.
Menurut Jamal, menanam nanas ibarat pahala jariah. Dari satu pohon yang ditanam, petani bisa mendapatkan tiga hingga tujuh anakan yang siap ditanam kembali.
"Tagline kami olah limbah jadi rupiah, olah limbah jadi berkah. Jadi tumpukan-tumpukan sampah galon itu bisa digunakan untuk membudidayakan nanas jumbo," pungkasnya.