Pencarian

Pemkab Sleman Buka Peluang Investasi Wisata di Tiga Kawasan Strategis

Kamis, 07 Mei 2026 • 20:41:01 WIB
Pemkab Sleman Buka Peluang Investasi Wisata di Tiga Kawasan Strategis
Pemkab Sleman membuka peluang investasi pariwisata di tiga kawasan strategis: Prambanan, Kaliurang, dan Sleman Barat.

SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman mulai mengarahkan pengembangan investasi ke tiga wilayah pertumbuhan baru guna memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tiga kawasan yang menjadi fokus utama tersebut meliputi wilayah wisata Prambanan, agrowisata Kaliurang, serta kawasan agrowisata di Sleman Barat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini didasarkan pada potensi besar untuk menarik investasi berbasis edukasi alam. Kesiapan infrastruktur dan kemudahan aksesibilitas menjadi modal utama pemerintah daerah dalam menjaring minat para penanam modal.

Sleman Barat Jadi Fokus Baru Pengembangan Wisata Edukasi

Berbeda dengan wilayah timur dan utara yang sudah berkembang lebih dulu, Pemkab Sleman kini mulai mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah barat. Kawasan ini mencakup tiga desa utama, yakni Sendangarum, Sumberagung, dan Sumberahayu yang memiliki lahan terbuka hijau sangat luas.

“Investasi di Sleman Barat ditargetkan bisa berkembang melalui konsep wisata edukasi hortikultura, greenhouse, kampung wisata, hingga wisata berbasis alam,” kata Triana dalam jumpa pers di Kantor Dukcapil Sleman, Kamis (7/5/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan pemerataan ekonomi agar wilayah barat tidak tertinggal. Pemerintah melihat potensi lahan hijau di sana belum tergarap optimal, sehingga skema wisata edukasi dianggap paling tepat untuk menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan nilai ekonomi warga sekitar.

Bagaimana Dampak Pintu Tol Terhadap Investasi di Prambanan?

Kawasan Prambanan tetap menjadi magnet utama investasi, terutama setelah adanya akses pintu tol yang menghubungkan DIY dan Jawa Tengah. Statusnya sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) menjadikan wilayah ini sebagai pusat konektivitas wisata regional yang menjanjikan.

Berdasarkan kajian potensi investasi DPMPTSP Sleman 2026, terdapat beberapa peluang usaha yang bisa digarap oleh investor di kawasan Prambanan, antara lain:

  • Pembangunan destinasi wisata buatan yang terintegrasi.
  • Pusat kerajinan dan industri batik skala besar.
  • Pusat suvenir dan produk kreatif penunjang pariwisata.
  • Pengembangan fasilitas akomodasi berbasis budaya lokal.

Sementara itu, untuk kawasan Kaliurang, arah pengembangan difokuskan pada pusat agrowisata lereng Merapi. Udara sejuk dan lanskap pegunungan menjadi daya tarik bagi investasi taman bunga, wisata edukasi pertanian, hingga industri pengolahan susu yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

Modernisasi Perizinan Melalui Sistem Digital OSS-RBA

Guna mempercepat realisasi investasi di tiga kawasan tersebut, Pemkab Sleman telah memangkas birokrasi melalui layanan perizinan daring. Seluruh proses kini dilakukan melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) serta Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG).

Inovasi layanan juga mencakup kehadiran Mal Pelayanan Publik Digital (MPPD) dan Sistem Perizinan Online Sleman (SINOM). Digitalisasi ini diklaim mampu memberikan kepastian hukum dan waktu bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Bumi Sembada.

Pemerintah daerah berharap konsep pengembangan terintegrasi ini mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan di Sleman. Dengan adanya beragam pilihan destinasi dari barat hingga timur, perputaran uang di sektor pariwisata diharapkan dapat menyentuh langsung lapisan masyarakat lokal melalui pemberdayaan ekonomi kreatif.

Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks