Nintendo memangkas target penjualan Switch 2 menjadi 16,5 juta unit setelah pengiriman konsol tersebut merosot tajam pada kuartal terakhir tahun fiskal 2026. Kelangkaan komponen global memaksa raksasa gim Jepang ini menaikkan harga jual demi menjaga profitabilitas. Meski pendapatan melonjak, momentum adopsi perangkat mulai melambat akibat kendala pasokan yang kian mencekik rantai produksi perusahaan.
Laporan keuangan Nintendo tahun fiskal 2026 mengungkap tekanan berat pada rantai pasok global. Meski Switch 2 baru meluncur pada Juni 2025, perusahaan terpaksa melakukan penyesuaian harga akibat krisis komponen yang tak kunjung usai. Langkah ini diambil untuk mengamankan margin keuntungan di tengah biaya produksi yang membengkak.
Nintendo melaporkan laba bersih 424 miliar yen dari total pendapatan 2.313 miliar yen sepanjang tahun fiskal tersebut. Angka ini mencerminkan lonjakan performa masing-masing sebesar 52,1 persen dan 98,6 persen secara tahunan (YOY). Pertumbuhan masif ini didorong oleh siklus awal peluncuran konsol yang menggantikan posisi Switch orisinal.
Tren Penjualan yang Menurun
Namun, data terbaru menunjukkan tren penjualan yang mendingin dengan cepat. Nintendo hanya menjual 2,49 juta unit pada kuartal yang berakhir Maret 2026, melengkapi total penjualan tahunan sebesar 19,86 juta unit. Capaian ini merosot drastis jika dibandingkan tiga kuartal sebelumnya yang berturut-turut mencatat 7 juta, 4,54 juta, dan 5,82 juta unit.
Manajemen kini bersiap menghadapi situasi yang lebih sulit pada tahun fiskal 2027. Target penjualan tahun depan dipatok turun menjadi 16,5 juta unit saja. "Merefleksikan kuatnya penjualan tahun peluncuran dan